Pada lokakarya "Menciptakan visi baru di dunia yang terus berubah" yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Institut Pelatihan Internasional (ISB.IEI) bekerja sama dengan VietSuccess, pengalaman dan filosofi manajemen yang mendalam dibagikan oleh Bapak Vo Quang Hue - Ketua FoundryAI Vietnam dan Ibu Nguyen Tam Trang - Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia GreenFeed Group.
Berbagi tentang seni pengambilan keputusan, Tn. Vo Quang Hue - yang pernah memegang posisi kepemimpinan di Bosch, VinFast dan saat ini di FoundryAI, mengatakan bahwa setiap keputusan didasarkan pada dua fondasi penting: informasi data masukan dan intuisi.
Di dunia yang sarat informasi saat ini, pelatihan penggunaan AI dan peralatan modern untuk memperoleh data berkualitas sangatlah penting. Namun, data hanyalah sebagian dari keseluruhan cerita.
Intuisi, menurut Pak Hue, bukanlah perasaan melainkan hasil pelatihan bertahun-tahun. Yang penting adalah memiliki prinsip-prinsip yang tidak berubah sebagai fondasi—nilai-nilai inti yang tidak berubah apa pun fluktuasinya.
Membahas budaya perusahaan, Ibu Nguyen Tam Trang menunjukkan kesalahan umum. Budaya bukanlah slogan yang dipajang di dinding, tetapi harus "diwujudkan melalui mekanisme, kebijakan, teknologi, dan proses yang spesifik". Peran perintis dan teladan dari tim kepemimpinan merupakan faktor penentu keberhasilan atau kegagalan dalam membangun dan mempertahankan budaya perusahaan.
Menambah sudut pandang ini, Bapak Vo Quang Hue berbagi pengalaman BMW dalam menciptakan budaya inovasi. Ketika terdapat mekanisme untuk menghargai setiap inovasi, sekecil apa pun, sebuah bisnis dapat melepaskan kreativitas puluhan ribu karyawan. Hal ini menciptakan budaya di mana setiap karyawan dianggap sebagai "jenderal dalam pekerjaan yang mereka lakukan", memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan mereka, alih-alih hanya bekerja untuk orang lain.
Di era yang menuntut fleksibilitas, Ibu Tam Trang memperkenalkan konsep sumber daya manusia modern: "meminjam".
"Bisnis perlu memanfaatkan kapabilitas seluruh ekosistem. Untuk area baru yang belum dapat segera dibangun, kita dapat 'meminjam' melalui kerja sama strategis dan jaringan konsultan. Konsep ini bahkan dapat diterapkan secara internal," saran Ibu Trang.
Misalnya, menurut Ibu Trang, Anda dapat "meminjam 20% kapasitas pemasaran Anda untuk melakukan employer branding". Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam mentransfer sumber daya antar departemen. Usaha kecil dan menengah seringkali memiliki keunggulan dalam hal ini berkat struktur ramping dan kemampuan beradaptasi yang cepat.
Meskipun ia sangat menghargai kecerdasan dan ketajaman rakyat Vietnam, Tn. Vo Quang Hue dengan jujur menunjukkan fakta yang patut direnungkan: jumlah paten Vietnam yang diakui secara internasional masih sangat terbatas.
Saat ini, sistem pendidikan Vietnam belum sepenuhnya melepaskan potensi kreatifnya. Masyarakat Vietnam selalu bersemangat untuk melakukan hal-hal baru, tetapi pendidikan belum menciptakan landasan yang kokoh.
Oleh karena itu, untuk menciptakan inovasi sejati, kita membutuhkan lingkungan yang mendorong pemikiran kritis, diskusi terbuka, serta penerimaan terhadap eksperimen dan kegagalan. Peran kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) di universitas dan dunia usaha merupakan kunci masa depan inovasi bangsa.
Menyampaikan pesan yang sama kepada para pemimpin bisnis, kedua pembicara mengatakan bahwa para pemimpin harus mengelola diri sendiri sebelum memimpin orang lain, harus menentukan apa yang menjadi "kompas" arah dan apa yang menjadi "jangkar" nilai. Memiliki visi jangka panjang, keberanian untuk berubah, dan terus belajar beradaptasi dengan dunia yang terus berubah sangatlah penting bagi para pemimpin bisnis, terutama para pemimpin muda.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/doanh-nhan/kien-tao-tam-nhin-moi-thoi-bien-dong-kinh-nghiem-tu-sep-greenfeed-va-foundryai-vietnam/20250712101738019
Komentar (0)