Pada tahun 2020, menghadapi perubahan pesat di pasar tanaman hias, Bapak Hoi memutuskan untuk bereksperimen dengan menanam pohon lemon hias. Ia menanam puluhan pot, lalu fokus membentuk dan membengkokkan batangnya agar terlihat indah.
Tahun itu, ketika Tet tiba, banyak orang gembira melihat pot berisi lemon yang buahnya berwarna keemasan, sehingga mereka berlomba-lomba membeli lemon tersebut untuk dimainkan dalam Tet.
Keberhasilan ini membuatnya semakin bertekad untuk mencoba mengalihkan fokusnya ke budidaya pohon lemon hias.
Ia mengatakan bahwa untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat, menciptakan pot lemon hias yang indah membutuhkan banyak usaha. Ia menghabiskan banyak waktu untuk meneliti varietas lemon yang cocok untuk tanah setempat. Kemudian, ia memutuskan untuk memilih varietas lemon Prancis dengan buah yang besar, kulit yang cerah, dan warna kuning yang indah.
Untuk menghasilkan pot lemon yang cantik, sejak Oktober hingga November tahun lalu, Bapak Hoi menyiapkan bibit, mencangkok tunas, menanamnya di dalam pot, menunggu pohonnya stabil, lalu merawatnya.
Selain memilih varietas, Bapak Hoi juga menerapkan teknik mencangkok mata lemon Prancis ke akar jeruk bali, menciptakan pot lemon hias yang indah, menarik, dan bernilai lebih tinggi. Pohon lemon hias dibengkokkan dan dibentuk sesuai selera estetika pelanggan. Beliau juga memberikan perhatian khusus pada proses pengolahan buah agar memiliki warna yang indah, berair, dan tahan lama.
Menurut Pak Hoi, menanam lemon hias berbeda dengan menanam lemon biasa, sehingga petani harus lebih teliti dan berhati-hati. Untungnya, pot lemon hias keluarganya tidak terdampak badai baru-baru ini karena ia segera pindah ke tempat yang aman.
Saat ini, kebun jeruk hias milik Pak Hoi sudah memiliki hampir 200 pot yang sedang berbunga indah.
Banyak pelanggan yang memesan lemon untuk Tet. Ia baru saja membuka kebunnya dan telah menjual 2 pohon lemon seharga 5 juta VND per pot. Harga setiap pot diperkirakan berkisar antara 1 hingga 10 juta VND, tergantung ukuran dan jenisnya.
Menurut Pak Hoi, pada hari-hari menjelang Tet, kebun jeruk hias miliknya juga menjadi tujuan wisata yang ramai.
"Selama Tahun Baru Imlek, pendapatan dari lemon hias bisa 3-4 kali lipat lebih tinggi daripada menjual lemon biasa. Hanya dengan beberapa bulan perawatan, saya bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat daripada menanam lemon," ujar Bapak Hoi.
Ibu Nguyen Thi Thom di Desa Trieu Dong, Kecamatan Hong Thai, Distrik An Duong, Kota Hai Phong berkata: "Setiap tahun, saya menunggu hingga sekitar tanggal 15 Desember kalender lunar untuk membeli lemon hias dari Pak Hoi untuk dimainkan. Keunggulan pot lemon Pak Hoi adalah buahnya yang cerah, daunnya hijau, dapat digunakan dalam jangka waktu lama, dan pohon lemon di rumah selalu memiliki aroma yang sangat menyenangkan."
Berbagi pengalaman suksesnya menanam lemon untuk Tet, Bapak Hoi selalu gigih, kreatif, dan tanggap terhadap perubahan pasar. Beliau juga berfokus pada penerapan teknologi dalam promosi produk, membantu memperluas pasar konsumen.
"Pasarnya kini semakin beragam, tidak hanya terbatas di pasar tradisional tetapi juga di berbagai platform daring, jadi saya sering membagikan gambar lemon di media sosial. Jika kita tahu cara memanfaatkannya, produk ini akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujar Bapak Hoi.
Saat ini, selain lemon hias, Bapak Hoi masih memelihara lebih dari 1 hektar pohon lemon. Setiap tahun, keluarganya memanen 3-4 ton buah dan 5-6 kuintal daun lemon, sehingga total pendapatan meningkat menjadi 300-400 juta VND/tahun. Kebun lemonnya juga terbuka untuk umum.
[iklan_2]
Sumber: https://baohaiduong.vn/lao-nong-o-thanh-ha-trong-chanh-canh-ban-tet-5-trieu-dong-mot-cay-401042.html
Komentar (0)