"Saya harus berhenti bermain sepak bola dulu. Baru setelah itu saya mulai memikirkan masa depan saya," ujar pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, mengisyaratkan niatnya untuk meninggalkan "kursi panas" tim Tango tepat setelah membantu timnya mengalahkan Brasil 1-0 di babak ke-6 kualifikasi Piala Dunia Amerika Selatan pada pagi hari tanggal 22 November (waktu Vietnam).
Pelatih Scaloni mengambil alih "kursi panas" tim nasional Argentina sejak 2018 dan membantu Albiceleste memenangkan Copa America serta Piala Dunia (Foto: Getty).
Ini bukan perpisahan. Tapi yang ingin saya katakan adalah setiap pemain selalu memberikan yang terbaik untuk saya. Standar tim Argentina sangat tinggi. Sulit bagi saya untuk melanjutkan dan mempertahankan rentetan kemenangan seperti ini.
Jadi mungkin tim membutuhkan pelatih baru dengan energi yang cukup untuk mempertahankan performa ini," tambah pria berusia 45 tahun itu tentang keputusan yang mengejutkan media dan penggemar Argentina.
Bahkan setelah pertandingan berakhir, menurut jurnalis Joaquin Bruno, pelatih Scaloni mengumumkan pengunduran dirinya kepada para pemainnya dengan meminta mereka untuk "berfoto bersama untuk terakhir kalinya" setelah kemenangan tersebut membantu Argentina mengukuhkan posisi puncak mereka di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 di Amerika Selatan.
Sementara itu, jurnalis ternama Gaston Edul mengungkapkan alasan pelatih Scaloni memutuskan mundur karena perbedaan pendapat dengan Chiqui Tapia, Presiden Federasi Sepak Bola Argentina.
Pelatih Lionel Scaloni mengambil alih "kursi panas" tim Argentina pada tahun 2018 dan memimpin tim Tango memenangkan Copa America 2021. Pada bulan Desember 2018, ahli strategi kelahiran 1978 ini memimpin Messi dan rekan-rekannya memenangkan Piala Dunia 2022.
"Kami yakin dan berharap Scaloni akan terus bertahan. Dia akan punya waktu untuk berpikir. Dia belum mengatakan apa pun di ruang ganti tentang hal itu. Kami akan mencoba meyakinkannya untuk bertahan," ujar bek Cristian Romero tentang keputusan Scaloni untuk mengundurkan diri.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)