![]() |
| Undang-Undang Pertanahan 2024 membantu kota untuk segera melaksanakan proyek investasi di wilayah tersebut, terutama proyek infrastruktur dan pembangunan perkotaan. Foto: MINH NGOC |
Motivasi baru
Setelah 1 Juli, ketika pemerintah daerah dua tingkat mulai beroperasi, desentralisasi dan pendelegasian wewenang di bidang pengelolaan tanah sesuai dengan motto "daerah memutuskan, daerah berbuat, daerah bertanggung jawab" dipromosikan, menciptakan inisiatif bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan tanah di daerah tersebut.
Bapak Trinh Duc Nhu, Ketua Komite Rakyat Kelurahan Phong Dinh, mengatakan bahwa setelah penggabungan komune, Phong Dinh memiliki banyak peluang untuk memfokuskan sumber daya pada infrastruktur dan pembangunan perkotaan serta pembangunan ekonomi , yang akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan demikian, akan ada banyak proyek dan pekerjaan yang diinvestasikan dalam konstruksi dan ini tentu juga akan berkaitan erat dengan pengelolaan lahan. Oleh karena itu, desentralisasi kewenangan untuk mendapatkan kembali tanah, menyetujui rencana kompensasi, dukungan, pemukiman kembali, atau mengalokasikan tanah tanpa memungut biaya penggunaan tanah dan menyewakan tanah dalam bentuk pembayaran sewa tanah tahunan yang ditugaskan kepada Ketua Komite Rakyat Kelurahan merupakan poin baru yang penting, membantu daerah untuk menyelesaikan prosedur administrasi lebih cepat dan mudah bagi masyarakat dan bisnis dalam mengakses tanah, dengan demikian juga menciptakan momentum untuk pembangunan lokal.
Menurut Departemen Pengelolaan Lahan, Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Pertanahan 2024 dengan reformasi komprehensifnya telah menciptakan koridor hukum yang sinkron dan terpadu, berkontribusi pada penyatuan sumber daya, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memastikan keselarasan kepentingan antara negara, masyarakat, dan pelaku usaha. Dari sana, undang-undang ini telah berkontribusi dalam membantu kota melaksanakan proyek dengan cepat dan mudah, terutama proyek infrastruktur dan pembangunan perkotaan.
![]() |
| Undang-Undang Pertanahan mendorong pemusatan lahan dan akumulasi lahan pertanian untuk mengembangkan produksi berskala besar. |
Pembangunan perkotaan dan pertanian
Menurut Ibu Pham Thi Binh, Wakil Kepala Dinas Pengelolaan Lahan, Undang-Undang Pertanahan 2024 dengan berbagai peraturan baru yang inovatif akan memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan pengembangan ruang perkotaan dan ekonomi kota. Melalui Undang-Undang Pertanahan 2024, kota ini akan menginvestasikan sumber daya lahan dalam proses pembangunan sosial-ekonomi, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan lahan, serta menciptakan momentum untuk menjadikan kota ini salah satu pusat ekonomi dan budaya utama di kawasan Asia Tenggara.
Oleh karena itu, pemerintah kota akan berfokus pada inovasi dan pembenahan berbagai proses dan prosedur terkait bidang perencanaan, tata guna lahan, perencanaan konstruksi, dan sebagainya, untuk memastikan keselarasan antara pembangunan infrastruktur perkotaan, kebutuhan tata guna lahan, dan perlindungan lingkungan, sehingga tercipta ruang perkotaan yang terencana, beradab, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, pemerintah kota akan memperluas cakupan pemulihan lahan yang dikelola negara untuk pembangunan sosial-ekonomi, termasuk proyek pembangunan perkotaan, kawasan permukiman, kawasan industri, dan taman berteknologi tinggi, guna menciptakan dana lahan bersih yang menarik investasi dan pembangunan infrastruktur perkotaan. Selain itu, penelitian juga akan dilakukan untuk menyempurnakan regulasi lelang hak guna lahan dan tender bagi investor terpilih guna mewujudkan transparansi dan keterbukaan alokasi dan penyewaan lahan, serta menarik investor yang kompeten dan berpengalaman, sehingga berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi lokal.
Selain itu, Undang-Undang Pertanahan 2024 juga memuat ketentuan-ketentuan yang dinilai sangat bermanfaat bagi penerima manfaat kebijakan sosial dan mereka yang terlibat langsung dalam produksi pertanian, beserta proses kompensasi, dukungan, pemukiman kembali, dan pemulihan lahan yang jelas, yang membawa implikasi penting bagi pembangunan kota, terutama di bidang pertanian dan jaminan sosial. Oleh karena itu, undang-undang baru ini mendorong pemusatan dan akumulasi lahan pertanian untuk mengembangkan produksi pertanian skala besar, memodernisasi produksi, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk pertanian.
Bagi Kota Hue , hal ini dapat mendorong model pertanian berteknologi tinggi dan pertanian bersih, terutama di wilayah pinggiran kota. Selain itu, batas penerimaan pengalihan hak guna lahan pertanian perorangan telah ditingkatkan dari 10 menjadi 15 kali lipat dari batas alokasi lahan. Hal ini menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi pembentukan pertanian skala besar dan koperasi pertanian, penerapan teknologi modern, dan peningkatan nilai produk pertanian.
Mengenai jaminan sosial, Undang-Undang Pertanahan 2024 membawa perbaikan signifikan dalam perolehan tanah, kompensasi, dukungan dan pemukiman kembali, yang sangat berarti bagi Hue dalam konteks mempromosikan pembangunan perkotaan dan proyek-proyek utama.
“Undang-Undang Pertanahan 2024 merupakan instrumen hukum penting yang berkontribusi dalam mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan, sekaligus menjamin keadilan dan jaminan sosial bagi masyarakat,” tegas Ibu Pham Thi Binh.
Sumber: https://huengaynay.vn/chinh-tri-xa-hoi/theo-dong-thoi-su/luat-dat-dai-tao-dong-luc-cho-thanh-pho-phat-trien-160237.html








Komentar (0)