Tim Vietnam menghadapi pertandingan yang sulit melawan Hong Kong (Tiongkok). Pelatih Troussier dan timnya hanya menang dengan skor minimal 1-0 berkat gol penalti Que Ngoc Hai. Namun, sebagian besar penggemar tidak puas dengan penampilan tim Vietnam di bawah asuhan Pelatih Troussier.
Hukuman kontroversial
Tim Vietnam hanya memiliki satu peluang paling berbahaya di 45 menit pertama, yaitu tendangan penalti yang menghasilkan gol Que Ngoc Hai. Pada menit ke-31, bek tengah Hong Kong (Tiongkok) Helio Goncalves bertabrakan dengan Nguyen Quang Hai. Wasit Bin Tuan Mohd Yassin langsung memberikan penalti kepada tim Vietnam, dan keputusan ini menuai protes dari para pemain Hong Kong (Tiongkok).
Que Ngoc Hai mencetak gol.
Usai pertandingan, pelatih Jorn Andersen mengatakan bahwa keputusan tersebut keliru. Melihat kembali permainan ini, dampak Helio terhadap Quang Hai masih belum jelas. Bek tengah tim tamu tidak mendorong atau menggunakan bahunya untuk mendorong. Quang Hai dengan cerdik jatuh tepat setelah Helio memberikan dampak kepadanya, tetapi apakah ada penalti atau tidak masih bergantung pada penilaian dan akan ada perbedaan pendapat.
Namun, penalti tersebut berdampak signifikan pada hasil pertandingan. Dalam 30 menit sebelum penalti, tim Hong Kong (Tiongkok) memiliki 3 peluang berbahaya, di mana tendangan striker Matthew Orr membentur mistar gawang Van Lam.
Pertahanan yang longgar
Satu-satunya posisi yang memberikan ketenangan bagi pertahanan tim Vietnam adalah Que Ngoc Hai. Bek tengah kelahiran 1993 ini jarang kalah dalam duel satu lawan satu dan tetap mampu menguasai bola dengan impresif dari kandang sendiri. Sementara itu, Thanh Binh, terutama Duy Manh, membuat para penggemar khawatir. Mereka membiarkan penyerang lawan melewatinya dengan mudah dan mendekati gawang.
Tim Vietnam sedang dalam masalah.
Kiper Van Lam menjalani pertandingan dengan banyak penyelamatan gemilang. Namun, kemampuannya bermain dengan kaki terlihat jelas ketika diminta untuk berpartisipasi dalam penguasaan bola.
Pelatih Troussier melakukan beberapa penyesuaian susunan pemain ketika Phan Tuan Tai dimasukkan di babak kedua. Para pemain Viettel FC bermain baik, menunjukkan kemampuan umpan mereka. Namun, sulit untuk menilai bahwa Tuan Tai menunjukkan kualitas bertahan yang cukup baik. Para penyerang Hong Kong (Tiongkok) mengalami penurunan fisik yang signifikan dan tidak mampu lagi menekan para pemain bertahan tim Vietnam.
Serangan itu kekurangan bagian.
Tim Vietnam menguasai bola dengan baik melawan tim Hong Kong (Tiongkok). Masalah bagi pelatih Troussier dan timnya adalah kualitas permainan di sepertiga akhir lapangan, dekat dengan area 16m50 lawan. Di babak pertama, Quang Hai bermain sebagai penyerang kanan, ia bermain kreatif tetapi kurang efektif, sebagian karena performanya yang buruk.
Tuan Hai terjebak dalam serangan.
Namun, Van Tung dan Tuan Hai jelas tidak bermain sesuai harapan. Mereka antusias dan kuat, tetapi tidak memberikan tekanan pada bek lawan. Di belakang duo ini, para gelandang hampir tidak mampu memberikan umpan yang cukup baik untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan.
Tim Vietnam terpaksa mengoper bola melebar kepada Doan Van Hau dan Ho Tan Tai. Umpan silang dari kedua pemain ini jarang efektif karena para penyerang di area tengah tidak menempati posisi penting. Singkatnya, strategi tim Vietnam kurang baik, koneksinya kurang baik, tetapi masih bisa dimaklumi. Pelatih Troussier sedang dalam proses membangun kembali tim dengan filosofi baru dan ia membutuhkan waktu untuk membantu para pemain memahami ide-idenya.
Mai Phuong
Berguna
Emosi
Kreatif
Unik
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)