Setelah meraih tiga gelar bersejarah di musim 2024-2025, PSG masih mempertahankan performa yang nyaris sempurna di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025™. Anak-anak asuh Luis Enrique dengan mudah memuncaki Grup B dan mencatatkan banyak statistik impresif di turnamen tersebut, seperti rata-rata penguasaan bola (72%), jumlah umpan sukses (2.888). Di saat yang sama, PSG juga merupakan tim dengan pertahanan terbaik, hanya kebobolan 1 gol sebelum babak perempat final.
Namun, para ahli yakin bahwa pertandingan perempat final melawan Bayern München akan menjadi tugas yang sangat sulit bagi PSG jika mereka ingin membuktikan diri. Dalam 4 pertemuan terakhir, PSG kalah dari Bayern München dan bahkan tidak mencetak satu gol pun. Di Liga Champions musim lalu, meskipun menjuarai liga, PSG juga menelan kekalahan 0-1 saat bertemu "Gray Tigers" di babak penyisihan grup (11.2024).
Bayern Munich (baju merah) dianggap sebagai "musuh bebuyutan" PSG setelah memenangi keempat pertemuan terakhirnya.
FOTO: REUTERS
PSG beruntung lolos dari kekalahan setelah babak pertama, Jamal Musiala mengalami cedera parah di menit akhir
Layaknya pertandingan-pertandingan di babak penyisihan grup, Bayern München membuktikan kekuatan mereka dengan menerapkan gaya menekan yang kuat melawan PSG. Perwakilan Jerman tersebut memiliki setidaknya tiga peluang emas untuk mencetak gol, dan hanya keberuntungan yang membantu PSG lolos dari kekalahan setelah babak pertama.
Tepat setelah peluit awal dibunyikan, dua pemain sayap Bayern Munich, Kingsley Coman dan Michael Olise, bermain dengan tempo tinggi. Duo ini merangsek maju, menggunakan teknik individu yang impresif untuk menciptakan peluang bagi Bayern Munich. Michael Olise menjadi pemain dengan tembakan terbanyak di babak pertama dengan masing-masing 2 tembakan tepat sasaran pada menit ke-6 dan ke-23. Meskipun banyak tembakan pemain Prancis itu, kiper Donnarumma tetap bermain fokus dan akurat dalam memblok. Sementara itu, Kingsley Coman bermain di sayap kiri dan terus-menerus melepaskan umpan silang berbahaya. Pada menit ke-38, pemain bernomor punggung 11 itu mengecoh Hakimi dengan melepaskan umpan silang tepat ke posisi yang telah ditentukan Harry Kane. Sayang, pada jarak lebih dari 7 meter, sundulan striker Inggris itu hanya sedikit melebar.
Di sisi lain, penampilan gemilang Kingsley Coman dan Michael Olise juga menyulitkan duo bek sayap PSG, Hakimi dan Nuno Mendes, untuk melaju. Kedua posisi ini dianggap penting dalam skuad PSG, terutama saat mereka mengorganisir serangan. Oleh karena itu, di babak pertama, PSG hanya melepaskan 5 tembakan (1 tepat sasaran). Khvicha Kvaratskhelia adalah pemilik tembakan ini ketika ia memasuki kotak penalti dan menembak bola tepat ke posisi yang dipilih Neuer.
Bayern Munich (baju merah) membuat PSG kesulitan bertahan di babak pertama
FOTO: REUTERS
Di menit-menit akhir babak tambahan, Bayern München terus menyerang untuk mencetak gol. Namun, wakil Jerman itu gagal menciptakan situasi berbahaya. Bahkan di menit-menit akhir babak tambahan, gelandang andalan Jamal Musala mengalami cedera parah setelah bertabrakan dengan kiper Donnarumma.
Surat kabar Jerman BILD menulis: "Setelah tekel terhadap kiper PSG Donnarumma di masa injury time, Musiala masih tergeletak di lapangan. Kaki kiri Musiala tertekuk, kejadian mengerikan ini mengejutkan para pemain. Menurut informasi awal dari departemen medis , Musiala mengalami patah kaki. Kejadian ini sangat menyakitkan bagi Musiala karena ia baru saja pulih dari cedera otot robek tepat sebelum turnamen."
Cedera mengerikan Musiala mengejutkan banyak pemain
FOTO: REUTERS
Bayern Munich kalah menyakitkan meski bermain dengan 2 pemain lebih banyak
Usai jeda, Bayern Muenchen terus menyerang. Tim "Harimau Kelabu" menguasai bola lebih banyak daripada PSG dan melepaskan 10 tembakan lebih banyak, dua kali lipat dari yang mereka lakukan di babak pertama. Namun, kiper Donnarumma tetap kokoh di bawah tekanan Bayern Muenchen, menjaga gawang PSG tetap utuh.Banyak menyerang tetapi gagal mencetak gol, hal buruk terjadi pada Bayern München ketika mereka kebobolan gol di menit ke-78. Désiré Doué adalah pemain yang membawa kegembiraan bagi PSG ketika ia dengan hati-hati menangani dan menembak bola di luar kotak penalti, tanpa memberi kiper Neuer kesempatan untuk membendungnya.
Bayern München memiliki keuntungan besar di 10 menit terakhir ketika dua pemain PSG, bek tengah Willian Pacho dan Lucas Hernandez, menerima kartu merah dan meninggalkan lapangan. Namun, Bayern München masih tertahan dan tak mampu menyamakan kedudukan. Pada menit ke-90+6, Bayern München bahkan kebobolan gol kedua setelah tembakan akurat Dembele.
Bayern Munich (baju merah) meninggalkan turnamen dengan cara yang paling menyakitkan.
FOTO: REUTERS
Dengan mengalahkan Bayern München 2-0, PSG menjadi tim ketiga yang berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025™. Kemenangan ini juga merupakan kemenangan pertama tim Prancis melawan Bayern München setelah 5 pertemuan terakhir. Tim asuhan Luis Enrique akan menghadapi pemenang pertandingan antara Real Madrid dan Dortmund.
Saksikan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025™ secara langsung dan hanya di Vietnam diFPT Play, di http://fptplay.vn
Source: https://thanhnien.vn/musiala-chan-thuong-kinh-hoang-bayern-munich-thua-cuc-dau-du-psg-bi-tan-2-the-do-185250706011301723.htm
Komentar (0)