Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

AS jabarkan satu-satunya cara yang layak untuk mencapai perdamaian, hargai aliansi trilateral dengan Korea Selatan-Jepang

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế02/06/2023

[iklan_1]
Amerika Serikat pada tanggal 1 Juni menguraikan satu-satunya jalan yang mungkin menuju perdamaian di Semenanjung Korea, sembari menegaskan tekadnya untuk memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan dan Jepang guna mencegah ancaman dari Pyongyang.
Bán đảo Triều Tiên: Mỹ nêu cách khả thi duy nhất để có hòa bình, đánh giá cao liên minh 3 bên với Hàn-Nhật. (Nguồn: KCNA)
Gambar peluncuran roket yang membawa satelit pengintaian militer pertama Korea Utara pada 31 Mei. (Sumber: KCNA)

Berbicara pada sesi Forum tahunan Jeju untuk Perdamaian dan Kemakmuran yang diadakan di Pulau Jeju, Korea Selatan bagian selatan, Duta Besar AS untuk Seoul Philip Goldberg menekankan pentingnya diplomasi dalam menyelesaikan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

"Kami tetap yakin bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai Semenanjung Korea yang aman, stabil, dan bebas nuklir," kata Goldberg.

Menurut diplomat tersebut, kemitraan bilateral AS-Korea Selatan "memastikan perdamaian di kawasan dan kerja sama dengan mitra-mitra yang sepaham di komunitas internasional."

Ia juga menyoroti pentingnya upaya kedua negara untuk mencegah potensi agresi Korea Utara, "khususnya ancaman atau penggunaan senjata pemusnah massal."

Sementara itu, pada hari yang sama, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Washington akan memperkuat kerja sama dengan Korea Selatan dan Jepang untuk mencegah ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara, dalam konteks Korea Utara baru saja meluncurkan satelit pengintai militer pertamanya pada 31 Mei, tetapi gagal.

"Di Indo-Pasifik, kami memperkuat aliansi trilateral dan kerja sama dengan Jepang dan Korea Selatan. Bersama-sama, kami berdiskusi dan berkoordinasi untuk meningkatkan kemampuan kami dalam menangkal ancaman regional, termasuk dari Korea Utara," ujar Biden di Akademi Angkatan Udara AS di Colorado.

Pada tanggal 31 Mei, Korea Utara meluncurkan "kendaraan luar angkasa" yang dimaksudkan untuk membawa satelit pengintaian militer pertama negara itu ke selatan, tetapi jatuh ke Laut Kuning setelah "penerbangan yang tidak biasa".

Korea Selatan mengutuk langkah terbaru Korea Utara sebagai pelanggaran serangkaian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang program nuklir dan misilnya, karena peluncuran satelit tersebut menggunakan teknologi yang digunakan dalam pembuatan rudal balistik.


[iklan_2]
Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk