Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) melakukan latihan militer skala besar di dua negara anggotanya Finlandia dan Swedia minggu lalu.
Tentara Prancis menembakkan meriam Caesar selama latihan NATO di Lapland, Finlandia, 17 November. (Sumber: AFP) |
Kantor berita AFP melaporkan bahwa pada 17 November, NATO melakukan latihan artileri skala besar di Finlandia, pertama kalinya sejak menerima negara Nordik ini pada April 2023.
Latihan tersebut, yang melibatkan 3.600 tentara dari negara tuan rumah, Amerika Serikat, Swedia, Inggris, Prancis, dan beberapa anggota NATO lainnya, dilakukan dalam suhu di bawah nol di lapangan tembak Rovajarvi di Lapland, Finlandia utara, area pelatihan militer terbesar di Eropa.
Menurut komandan latihan, Kolonel Angkatan Darat Finlandia Janne Makitalo, latihan tersebut membantu mengoordinasikan kekuatan tembakan taktis multi-sisi untuk pasukan artileri lapangan NATO, dan melatih prajurit untuk menangani berbagai situasi dalam kondisi cuaca dan medan yang menantang di wilayah Arktik.
Kapten Angkatan Darat Prancis Romain, komandan batalyon Ecrins dari Resimen Artileri ke-93, mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dan penyebaran daya tembak artileri terpadu di antara sekutu NATO.
Latihan di Finlandia merupakan bagian dari latihan artileri NATO terbesar di Eropa, Dynamic Front 25, yang berlangsung dari tanggal 4-28 November dengan latihan tembakan langsung di Finlandia, Estonia, Jerman, Rumania, dan Polandia.
Sebelumnya, pada 15 November, militer Swedia mengumumkan bahwa angkatan laut negara itu dan sekitar 1.200 tentara dari 10 negara NATO, serta korvet, fregat, kapal pendukung, helikopter, dan pesawat dari beberapa negara seperti Belgia, Prancis, Belanda, dan Inggris, telah melakukan latihan pencarian kapal selam skala besar yang disebut Dynamic Merlin 24.
Latihan selama seminggu tersebut terutama melibatkan kapal-kapal dari Angkatan Laut Swedia dan Skuadron Tetap 1 NATO. Pesawat anti-kapal selam AS menggunakan pangkalan udara F17 dekat Ronneby di Swedia selatan untuk penerbangan.
Swedia dan Finlandia, negara-negara tetangga Rusia di barat, adalah anggota terbaru yang bergabung dengan NATO, mengakhiri puluhan tahun netralitas dan ketidakberpihakan di bidang militer. Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan militerisasi yang lebih besar di kawasan Baltik.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/nato-keo-quan-den-hai-nuoc-thanh-vien-moi-nhat-o-suon-tay-cua-nga-tien-hanh-cac-hanh-dong-quy-mo-lon-294179.html
Komentar (0)