Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengumumkan bahwa negaranya siap mencari keseimbangan kepentingan untuk menyelesaikan krisis yang sedang terjadi di Ukraina
Pertemuan DK PBB. (Sumber: Sputnik) |
Pernyataan tersebut disampaikan pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengenai kerja sama multilateral demi menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan pada 16 Juli. Rusia saat ini menjabat sebagai presiden bergilir DK PBB untuk bulan Juli.
"Ketika menyepakati jaminan dan perjanjian bersama, kita harus mempertimbangkan realitas geostrategis baru di benua Eurasia, di mana arsitektur keamanan yang benar-benar setara dan tak terpisahkan sedang terbentuk. Eropa berisiko tertinggal dari proses historis yang objektif ini," ujar Lavrov, lapor kantor berita Sputnik .
Menteri Luar Negeri Rusia juga mengomentari pernyataan koordinator komunikasi strategis Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby bahwa Washington tidak menginginkan konflik dengan Moskow karena hal itu akan menyebabkan "konsekuensi bencana" bagi Eropa.
Menurut Lavrov, jika Washington meyakini bahwa perang global baru tidak akan memengaruhi Amerika Serikat, melainkan sekutu-sekutunya di Eropa, dan menggunakan analisis ini untuk membentuk dasar strategi pemerintahan Presiden Joe Biden, maka itu adalah "kesalahpahaman yang sangat berbahaya".
Diplomat veteran Rusia itu juga menambahkan bahwa solusi apa pun terhadap krisis Eropa harus mencakup langkah-langkah konkret yang bertujuan menghilangkan "akar penyebab krisis di Eropa" dan menghilangkan ancaman terhadap Rusia dari Barat.
Terkait juga dengan krisis di Ukraina, kantor berita Bloomberg melaporkan pada hari yang sama bahwa asisten mantan Presiden AS Donald Trump, Tn. Richard Grenell, mengusulkan pembentukan daerah otonom di negara Eropa Timur.
Menurut Bapak Grenell, dengan cara ini, Ukraina akan mampu mencapai perdamaian dan mempertahankan integritas teritorialnya. Selain itu, beliau yakin bahwa Ukraina tidak dapat menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), meskipun Presiden Volodimyr Zelensky telah meminta hal ini.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/nga-nhac-my-ve-quan-niem-sai-lam-nguy-hiem-khang-dinh-san-sang-lam-mot-dieu-de-giai-quyet-khung-hoang-o-ukraine-278957.html
Komentar (0)