Pejabat Rusia mengatakan militer Ukraina meluncurkan rudal balistik ke kota Lugansk, merusak dua bangunan terbengkalai dan melukai enam anak.
Serangan di ibu kota dengan nama yang sama pada malam 12 Mei menghancurkan atau merusak gedung administrasi di sebuah fasilitas pengemasan dan sebuah pabrik deterjen. Kedua area tersebut telah lama ditinggalkan dan tidak ada korban jiwa, kata Leonid Pasechnik, pemimpin Republik Rakyat Lugansk (LPR) yang memproklamirkan diri.
Asap mengepul setelah serangan rudal di Lugansk pada 12 Mei. Foto: Ria Novosti
Lima rumah di dekat lokasi kejadian juga mengalami kerusakan jendela. Serangan tersebut melukai setidaknya tujuh orang, termasuk enam anak-anak dan anggota parlemen Rusia, Viktor Volodatsky.
Para saksi mata sebelumnya mengatakan dua ledakan telah mengguncang kota Lugansk. Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan dua gumpalan asap hitam besar mengepul, sementara media Rusia juga menerbitkan gambar sebuah bangunan yang hampir hancur total.
Lokasi serangan rudal di kota Lugansk pada 12 Mei. Foto: Ria Novosti
Kota Lugansk terletak jauh dari posisi Ukraina. Pejabat Lugansk mengatakan militer Ukraina menggunakan rudal balistik taktis Grom-2, dikombinasikan dengan umpan buatan AS, untuk mempersulit pertahanan udara.
Grom-2 adalah rudal balistik buatan Ukraina dengan jangkauan 300 km dan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi atau hulu ledak penembus beton seberat 480 kg. Para pejabat Rusia telah melaporkan pencegatan rudal Grom-2 yang diluncurkan Ukraina ke semenanjung Krimea pada awal Mei dan April.
Kementerian Pertahanan Rusia dan militer Ukraina belum mengomentari informasi tersebut.
Pasukan Rusia menguasai sekitar 95% Oblast Lugansk, salah satu dari empat wilayah yang dianeksasi Moskow pada Oktober 2022, bersama dengan Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Ukraina menolak langkah tersebut, menyebutnya "tidak dapat dibenarkan" dan berjanji untuk merebut kembali seluruh wilayah.
Situasi di medan perang Rusia-Ukraina. Grafik: RYV
Vu Anh (Menurut Ria Novosti, Reuters )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)