Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan serangan terhadap tiga posisi Ukraina di sepanjang Sungai Dnieper, sementara pertempuran di Kherson meningkat.
Militer Rusia mengumumkan pada 18 November bahwa angkatan udara dan artilerinya telah menyerang unit-unit Ukraina yang ditempatkan di wilayah Kachkarivka, di tepi barat Sungai Dnieper, dan dua pulau di wilayah tersebut. Serangan tersebut menewaskan 75 prajurit Ukraina dan menghancurkan empat kendaraan.
Serangan itu terjadi sehari setelah Kiev mengumumkan bahwa tentara Ukraina telah memukul mundur pasukan Rusia dari posisi pertahanan di tepi timur Sungai Dnieper di provinsi Kherson, sehingga menciptakan batu loncatan untuk serangan yang lebih dalam di provinsi tersebut.
Militer Rusia mengakui untuk pertama kalinya minggu ini bahwa musuh telah menyeberangi sungai di Kherson dan maju ke tepi timur Dnieper.
Namun, Vladimir Saldo, gubernur wilayah Kherson yang dikuasai Rusia yang ditunjuk Moskow, mengatakan bahwa pasukan Ukraina yang melakukan invasi menghadapi kekuatan tembakan yang luar biasa, yang bagaikan “api neraka”.
Setelah pertempuran pecah pada Februari 2022, Rusia dengan cepat menguasai seluruh Oblast Kherson. Berkat serangan balasan kilat akhir tahun lalu, Ukraina kembali menguasai Oblast Kherson di tepi barat Sungai Dnieper. Sementara itu, total luas tepi timur yang dikuasai Rusia setara dengan 75% dari seluruh Oblast.
Lokasi kota Kachkarivka, di utara kota Kherson, di tepi barat Sungai Dnieper. Grafik: MapBox
Pada hari yang sama, 18 November, Ukraina menuduh Rusia melancarkan serangan besar-besaran semalam menggunakan kendaraan udara tak berawak (UAV) yang menargetkan infrastruktur energi negara itu, menyebabkan pemadaman listrik di lebih dari 400 desa dan kota di wilayah selatan, tenggara, dan utara. Pertahanan udara Ukraina menembak jatuh 29 dari 38 UAV.
Kementerian Energi Ukraina menyatakan bahwa sebuah kilang minyak di Odessa juga terkena dampak. Gedung administrasi rusak dan seorang warga sipil terluka. Di provinsi Chernihiv di utara, dekat perbatasan Rusia dan Belarus, dua bangunan yang melayani infrastruktur energi terdampak, menyebabkan enam lingkungan tanpa listrik.
Beberapa UAV bunuh diri menargetkan ibu kota Kiev tetapi gagal melewati sistem pertahanan udara.
Volodymyr Kudrytskiy, direktur operator jaringan nasional Ukrenergo, mengatakan Ukraina tidak boleh berpuas diri meskipun musim gugur ini lebih hangat dari biasanya.
Ia mengatakan bahwa semua pasukan pertahanan dan karyawan industri listrik Ukraina siap menghadapi serangan Rusia dan melindungi infrastruktur energi ketika musim dingin tiba.
Artileri Rusia menembaki posisi Ukraina di provinsi Donetsk pada 25 September. Foto: RIA Novosti
Thanh Danh (Menurut Reuters )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)