Rahasia umur panjang mereka tidak hanya berasal dari diet Mediterania dan gaya hidup sehat, tetapi juga dari pembatasan rempah-rempah yang tampaknya tidak berbahaya.
Terletak di pesisir Mediterania yang indah, Pioppi, sebuah desa kecil di Italia Selatan, dikenal sebagai "desa dengan usia terpanjang di dunia ". Desa ini terkenal karena persentase penduduknya yang hidup di atas 100 tahun sangat tinggi. Apa yang memungkinkan keajaiban ini terjadi?
Selain faktor genetik, pola makan Mediterania yang kaya buah dan sayur, minyak zaitun, biji-bijian utuh, dan makanan laut segar juga berperan penting. Gaya hidup aktif, udara segar, dan optimisme juga berkontribusi signifikan terhadap kesehatan dan umur panjang masyarakat Pioppi. Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa masyarakat Pioppi juga memiliki rahasia khusus lainnya: membatasi konsumsi gula.
Meskipun gula merupakan bumbu dapur populer yang dinikmati di seluruh dunia, masyarakat Pioppi sangat memperhatikan asupan gula mereka. Mereka hanya mengonsumsi satu camilan manis seminggu dan sering menggunakan madu atau buah segar, bukan gula rafinasi.
Masyarakat Pioppi tahu cara membatasi konsumsi gula. (Foto: Shutter Stock)
Dr. Aseem Malhotra, seorang ahli jantung ternama asal Inggris, datang ke Pioppi untuk mempelajari rahasia umur panjang penduduknya. Ia menemukan bahwa membatasi konsumsi gula merupakan salah satu faktor penting yang membantu penduduk Pioppi hidup panjang umur dan sehat.
Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan yang serius:
- Obesitas: Gula mengandung banyak kalori kosong, tidak memberikan nutrisi tetapi hanya menyebabkan penambahan berat badan, yang menyebabkan obesitas dan penyakit terkait.
- Diabetes: Gula meningkatkan kadar gula darah, menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
- Penyakit kardiovaskular: Mengonsumsi banyak gula meningkatkan trigliserida, mengurangi kolesterol baik dan meningkatkan tekanan darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
- Hati berlemak: Hati harus bekerja terlalu keras untuk memetabolisme gula berlebih, yang menyebabkan hati berlemak dan gangguan fungsi hati.
- Kanker: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti kanker esofagus, usus, dan lambung.
- Penuaan dini: Gula meningkatkan glikasi, merusak kolagen dan elastin, menyebabkan penuaan kulit dan kerutan.
Masyarakat Pioppi telah membuktikan bahwa mengurangi gula adalah pilihan cerdas untuk kesehatan dan umur panjang. Berikut beberapa cara untuk mengurangi asupan gula Anda:
- Batasi makanan manis: Kurangi kue, permen, minuman ringan, es krim, coklat... Sebaliknya, pilih buah segar, kacang-kacangan atau yoghurt tanpa pemanis.
Baca label makanan dengan saksama: Banyak makanan olahan mengandung kadar gula tersembunyi yang tinggi. Baca label dengan saksama untuk memeriksa jumlah gula sebelum membeli.
- Perbanyak sayur dan buah: Sayur dan buah mengandung banyak serat, vitamin dan mineral, membantu mengurangi keinginan makan makanan manis.
- Ganti gula dengan pemanis alami: Anda dapat menggunakan madu, sirup maple, gula aren... dalam jumlah sedang untuk menggantikan gula rafinasi.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/ngoi-lang-song-tho-nhat-the-gioi-nho-kieng-1-loai-gia-vi-quen-thuoc-ar908203.html
Komentar (0)