Topik 1 Forum Sosial Ekonomi Vietnam 2023 berlangsung pada pagi hari tanggal 19 September, dengan fokus pada pembahasan solusi atas kesulitan dalam produksi dan bisnis perusahaan, dengan perhatian khusus pada isu-isu seperti kapasitas penyerapan modal, kebijakan fiskal dan moneter, serta kebijakan lain untuk membantu perusahaan mengatasi kesulitan dan meningkatkan kapasitas endogen.
Dalam diskusi meja bundar di Forum tersebut, Bapak Dao Minh Tu - Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam (SBV) menyebutkan masalah manajemen kebijakan moneter dari sekarang hingga akhir tahun dan awal tahun 2024.
“Pengelolaan kebijakan moneter tidak pernah sesulit ini sebelumnya,” ujar Bapak Tu, seraya menambahkan bahwa pengelolaan kebijakan moneter negara-negara lain di dunia telah memengaruhi pengelolaan kebijakan moneter Vietnam, terutama setelah 2 tahun pandemi Covid-19 dan situasi produksi dunia.
Bapak Dao Minh Tu - Wakil Gubernur Bank Negara.
Oleh karena itu, Bapak Dao Minh Tu mengatakan bahwa pengelolaan kebijakan moneter akhir-akhir ini sangat fleksibel, hati-hati, dan pasti, dalam melaksanakan tujuan Majelis Nasional dan Pemerintah, terutama berkoordinasi dengan kebijakan makro lainnya untuk memastikan persaingan serta memastikan upaya bank komersial dan perusahaan dalam perekonomian.
Contoh paling umum adalah beberapa alat dan keinginan bisnis adalah suku bunga. "Manajemen suku bunga merupakan hal tersulit dalam manajemen ekonomi sektor perbankan dan moneter," ujar Bapak Tu.
Berdasarkan arahan Pemerintah dan berdasarkan situasi perekonomian riil, Wakil Gubernur Bank Negara menyampaikan bahwa suku bunga operasional Bank Negara telah diturunkan sebanyak empat kali, sekaligus menciptakan ruang dan likuiditas bagi pasar, bagi perekonomian, terutama likuiditas bagi lembaga perkreditan untuk memberi ruang bagi bank umum dengan modal murah agar mampu menyalurkan kredit dengan suku bunga rendah.
Wakil Gubernur menegaskan, pembatasan pertumbuhan kredit merupakan alat untuk mengatur perekonomian dan mengatur pertumbuhan kredit secara umum guna mengendalikan inflasi.
“Pada tahun 2023, Bank Negara telah melonggarkan kebijakan secara luas, menciptakan pesan bahwa kredit siap mendukung dan berkembang bagi dunia usaha,” tegas Bapak Tu, seraya menekankan bahwa ke depannya, Bank Negara akan terus mempertahankan pandangan manajemen tersebut. Oleh karena itu, perlu ditemukan keseimbangan antara suku bunga dan nilai tukar, serta beroperasi secara cermat dan wajar.
Wakil Menteri Keuangan Vo Thanh Hung.
Wakil Menteri Keuangan Vo Thanh Hung juga menyampaikan bahwa dalam kurun waktu terakhir, Kementerian Keuangan telah menerapkan banyak kebijakan untuk membebaskan, mengurangi, dan menunda pajak, biaya, dan jenis pendapatan anggaran negara lainnya, melaksanakan reformasi administrasi, dan menerapkan faktur elektronik di sejumlah bidang.
Selain itu, melaksanakan reformasi gaji di sektor publik, meningkatkan pengeluaran untuk merangsang ekonomi... Dengan demikian berkontribusi dalam membantu banyak bisnis mengatasi kesulitan; menjaga stabilitas ekonomi.
“Oleh karena itu, perekonomian Vietnam kami masih dianggap sebagai titik terang dalam perekonomian regional dan dunia,” kata Bapak Hung.
Bapak Jochen Schmittmann, Perwakilan Tetap Dana Moneter Internasional (IMF) di Vietnam, mengatakan bahwa menurut perkiraan IMF, pengetatan kebijakan oleh bank sentral telah memengaruhi banyak sektor ekonomi. Oleh karena itu, jika inflasi global dipertahankan, kebijakan fiskal dan moneter yang lebih ketat diperlukan.
“Untuk Vietnam, pertumbuhan PDB Vietnam akan menurun menjadi 3,7% dalam 6 bulan pertama tahun 2023, tetapi di masa mendatang, ekonomi Vietnam dapat pulih, terutama ekspor dan sinyal positif dari pasar properti,” kata Bapak Jochen Schmittmann.
Tn. Jochen Schmittmann - Perwakilan Tetap Dana Moneter Internasional (IMF) di Vietnam.
Namun, perwakilan IMF mengatakan bahwa Vietnam akan terus terdampak oleh gangguan rantai pasokan global, penurunan permintaan barang yang memengaruhi pasar, termasuk pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan solusi respons yang tepat, termasuk kebijakan moneter yang lebih ketat di masa mendatang.
Memberikan saran, ia mengatakan bahwa Bank Negara harus sangat berhati-hati terhadap kebijakan keuangan, masalah suku bunga, pasar antarbank, dan perlu memperkuat implementasi kebijakan, mengatasi hambatan dalam investasi publik, terutama penggunaan lahan.
"Kepercayaan investor asing dan domestik di Vietnam perlu dipulihkan dan mekanisme restrukturisasi perusahaan diperkuat. Hal penting berikutnya adalah memiliki undang-undang yang stabil dan konsisten terkait investasi, yang menjamin kepercayaan bagi perusahaan," saran Bapak Jochen Schmittmann .
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)