
Menurut legenda rakyat dan silsilah keluarga Nguyen di Phiem Ai Chau, Nyonya Phuong Chao lahir pada tanggal 25 Februari, tahun kedelapan Canh Thinh (1800), di Desa Phuong Chao, Phiem Ai Chau (Desa My Phiem, sekarang Desa Khuong My, Kelurahan Dai Cuong). Saat lahir, ada pertanda aneh, asap putih menyelimuti suatu tempat. Setelah dewasa, ia menjadi wanita yang cantik dan berbudi luhur, sering meresepkan obat untuk menyelamatkan orang, tetapi meninggal muda. Dan ketika kembali ke alam baka, ia sering muncul, membantu orang baik dan menghukum orang jahat.
Berkat jasanya, dusun sepuluh ribu perahu di Phiem Ai Chau, di Sungai Vu Gia, menjadi ramai dan makmur. Penduduk setempat membangun sebuah kuil untuk memujanya, yang disebut Dinh Ba Phuong Chao (sebagian orang menyebutnya Phuong Cho, yang berarti dusun sepuluh ribu perahu). Konon, pada tahun ke-5 pemerintahan Tu Duc, ia pergi ke desa Phuoc Am (Binh Trieu, Thang Binh) untuk membantu penduduk membangun pasar yang makmur, sehingga desa itu disebut Cho Duoc. Sebagai rasa terima kasih, penduduk membangun sebuah kuil untuk memujanya dan mengajukan petisi kepada istana untuk meminta pengangkatannya.
Pada hari ke-11 bulan pertama kalender lunar setiap tahun, masyarakat di daerah Cho Duoc mengusung tandu Sang Dewi, hari di mana ia dikanonisasi sebagai dewa.

Sejak 2021, Festival Ba Phuong Chao telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Tahun ini, festival berlangsung selama 2 hari dengan berbagai kegiatan seperti: prosesi tandu wanita, lomba perahu, pemujaan roh, pelepasan lampion bunga di sungai, menyanyikan Bai Choi, barongsai, dan permainan rakyat lainnya...
Kepercayaan budaya dan spiritual yang unik dari Festival Ba Phuong Chao tercermin dalam prosesi tandu Putri. Biasanya, pada malam tanggal 24 Februari, masyarakat Desa My Phiem (kini Khuong My) dengan khidmat mengadakan prosesi tandu dan titah kerajaan. Prosesi dimulai dari Istana Putri di tengah desa, menuju setiap rumah di desa dengan keyakinan bahwa beliau akan memberkati anak cucu di desa dengan kedamaian dan kesejahteraan. Prosesi ini juga melewati jalan-jalan utama di Desa Dai Cuong.
Tak hanya warga sekitar Dinh Ba di Desa My Phiem, warga di komune dan anak-anak warga Dai Cuong yang tinggal jauh dari kampung halaman pun turut berdatangan untuk merayakan festival ini. Masa festival ini juga menjadi kesempatan bagi desa dan klan di komune untuk menyelenggarakan upacara musim semi, sehingga anak-anak pun berkumpul kembali di kampung halaman untuk mendengarkan sejarah desa dan menikmati festival. Melalui festival ini, mereka dapat mempelajari lebih lanjut tentang tradisi budaya di kampung halaman mereka.
[ VIDEO ] - Upacara pemujaan Ba Phuong Chao dilakukan dengan penuh hormat dan khidmat.
Sumber
Komentar (0)