Pada setiap hari libur besar, ketika jutaan orang menantikan acara nasional penting, dunia maya juga menjadi "titik panas" bagi banyak penipuan dan informasi berbahaya.
Hari Nasional tahun ini, 2 September, terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 80 tahun (acara A80) yang telah menarik perhatian luar biasa. Dalam konteks ini, pelaku kejahatan siber dan pelaku kejahatan memiliki lebih banyak peluang untuk memanfaatkan kegembiraan, peningkatan permintaan konsumen, dan psikologi subjektif sebagian masyarakat untuk melakukan penipuan.
Menurut pakar keamanan siber Vu Ngoc Son, Kepala Departemen Riset, Konsultasi, Pengembangan Teknologi, dan Kerja Sama Internasional Asosiasi Keamanan Siber Nasional (NCA), liburan selalu menjadi waktu di mana pelaku kejahatan siber memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menyebarkan berbagai penipuan dan informasi palsu di dunia maya. Oleh karena itu, pakar ini mencatat beberapa bentuk penipuan, meskipun bukan hal baru, telah "bertransformasi", sehingga mudah ditipu.
Penipuan pemesanan kamar murah, lokasi 'bagus' untuk menonton parade: Penipu akan mengiklankan paket menginap hotel/rumah dengan harga menarik, lokasi super bagus, meminta deposit langsung untuk mengamankan kesempatan, lalu menghilang.
Penipuan transfer tiket konser dan acara: Penipu akan memposting informasi tentang transfer tiket 'asli, menit terakhir' dan meminta uang untuk mengirimkan tiket, lalu mengambil uang tersebut saat korban mentransfer uang.

Menyebarkan informasi yang mendistorsi dan mencemarkan nama baik sejarah: Subjek akan memanfaatkan efek film 'Red Rain' dan kebutuhan untuk belajar dan mencari peristiwa sejarah untuk memasukkan argumen palsu, menggunakan AI untuk membuat klip palsu, dan 'meracuni informasi' dari pengguna.
Meniru stasiun BTS untuk mengirim pesan SMS bermerek (SMS bermerek): Ini bukan bentuk baru. Pelaku akan meniru bank dan perusahaan pengiriman, meminta mereka mengklik tautan berbahaya untuk mengikuti instruksi. Dari sana, mereka memasang malware, mencuri informasi, dan mengambil alih akun.
Pakar Vu Ngoc Son juga menyarankan agar masyarakat selalu waspada, hanya memesan kamar dan menerima tiket melalui jalur resmi; dan memverifikasi informasi tentang penjual dan pemberi tiket.
Orang sama sekali tidak mentransfer uang terlebih dahulu kepada orang asing tanpa verifikasi. Hanya terima informasi historis dan sosial dari sumber pers dan otoritas resmi.
Masyarakat juga perlu mewaspadai pesan bermerek yang meminta mereka mengklik tautan atau memberikan kata sandi/OTP; hubungi bank atau unit pengiriman secara langsung untuk verifikasi. Perbarui peringatan keamanan jaringan secara berkala dan bagikan dengan keluarga dan teman.
Dengan mengidentifikasi penipuan secara tepat dan berhati-hati pada setiap klik dan setiap transaksi daring, setiap orang dapat melindungi diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka sayangi dari 'jebakan' penjahat dunia maya.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/nhung-chieu-tro-lua-dao-tren-khong-gian-mang-dip-le-quoc-khanh-29-post1058224.vnp
Komentar (0)