Menurut Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi (PPh) 2007 (diubah pada tahun 2012, 2014 dan digabungkan pada tahun 2025), hanya penghasilan yang benar-benar meningkatkan aset pribadi, berulang atau dikomersialkan yang dikenakan pajak.
Surat Edaran 111/2013/TT-BTC dan Surat Edaran 92/2015/TT-BTC Kementerian Keuangan juga secara jelas mengatur cakupan penghasilan kena pajak dan bukan kena pajak.
Surat Edaran 111/2013/TT-BTC dan Surat Edaran 92/2015/TT-BTC Kementerian Keuangan juga secara jelas mengatur cakupan penghasilan kena pajak dan bukan kena pajak.
Otoritas pajak perlu mengendalikan arus kas untuk mencegah kerugian anggaran, tetapi masyarakat dapat sepenuhnya yakin apakah transaksi mereka sah dan memiliki dasar yang jelas.

Berikut adalah 9 kasus umum di mana penerimaan transfer uang bebas pajak:
1. Pinjaman Pribadi – Bukan Penghasilan Kena Pajak
Pinjaman antar individu, baik kerabat maupun teman, dianggap sebagai hubungan perdata. Jika tidak dikenakan bunga atau hanya diberikan tunjangan sementara, jumlah ini tidak dianggap sebagai penghasilan dan tidak dikenakan pajak (Dasar: Klausul 3, Pasal 2, Surat Edaran 111/2013/TT-BTC; Pasal 463, KUHPerdata 2015).
2. Uang ditransfer untuk membayar pinjaman bank
Ini kasus umum: kerabat mentransfer uang untuk membantu melunasi pinjaman yang jatuh tempo, lalu meminjam lagi dari bank. Jumlah ini hanya bersifat teknis, tidak menambah aset pribadi, sehingga tidak perlu dilaporkan untuk pajak.
3. Menerima kiriman uang – Bebas pajak sepenuhnya
Uang yang dikirim dari kerabat yang bekerja di luar negeri melalui bank atau badan hukum dibebaskan dari pajak penghasilan pribadi sesuai dengan peraturan untuk mendorong sumber mata uang asing nasional.
Sesuai dengan: Klausul 3, Pasal 2, Surat Edaran 111/2013/TT-BTC.
4. Penagihan dan pembayaran atas nama – Tidak menghasilkan pendapatan
Kasus yang umum terjadi adalah pengirim barang yang mengirimkan barang (COD), agen yang menagih tagihan listrik dan air, atau penerima yang sah. Jumlah ini hanya "melewati" tangan penerima, tidak menciptakan pendapatan riil, sehingga tidak dikenakan pajak.
Sesuai dengan: Surat Edaran 92/2015/TT-BTC.
5. Transfer uang tanpa biaya
Ketika mentransfer uang untuk membantu orang lain tanpa mengenakan biaya, pada dasarnya hal tersebut merupakan tindakan membantu dan tidak menghasilkan pendapatan pribadi. Namun, jika dikenakan biaya layanan, pendapatan dari biaya tersebut dapat dikenakan pajak sebesar 5%–7%, tergantung jenisnya. (Dasar: Surat Edaran 40/2021/TT-BTC).

6. Menerima uang dari penjualan real estat – Kewajiban pajak selesai
Apabila penjual properti telah memenuhi kewajiban perpajakannya (PPh orang pribadi 2% dan biaya pendaftaran), maka jumlah yang ditransfer setelahnya tidak akan dikenakan pajak lagi. (Dasar: Pasal 17, Surat Edaran 92/2015/TT-BTC; Pasal 50, Undang-Undang Administrasi Perpajakan 2019).
7. Gaji yang dipotong pajak – Transfer ke kerabat
Ketika seseorang menerima gaji setelah pajak dari entitas penggajian dan mentransfernya ke pasangannya, orang tua atau kerabat lainnya, jumlah ini tidak dianggap sebagai pendapatan baru dan tidak dikenakan pajak tambahan.
(Berdasarkan: Klausul 1, Pasal 7, Surat Edaran 111/2013/TT-BTC).
8. Pekerja luar negeri – Pajak lokal dibayarkan
Jika karyawan telah membayar pajak penghasilan di luar negeri, saat mentransfer uang kembali ke Vietnam, ia akan dibebaskan dari pajak ulang untuk menghindari pajak berganda. (Berdasarkan Surat Edaran 111/2013/TT-BTC dan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda).
9. Pinjaman Sipil Kecil – Bebas Pajak
Pinjaman pribadi ke pribadi yang jumlahnya kecil, tidak teratur, tidak terkait dengan bisnis, dan mungkin memiliki bunga kecil atau tidak, tidak dikenakan pajak.
Namun, jika peminjaman dilakukan secara berkala, memiliki suku bunga tinggi, atau peminjam merupakan badan usaha, pemberi pinjaman dapat dikenakan pajak sebesar 5% atas bunga sebagai pendapatan dari investasi modal. (Dasar: Klausul 3, Pasal 2, Surat Edaran 111/2013/TT-BTC).
Catatan transparan
Menerima transfer uang bukan lagi tindakan pribadi semata, melainkan dapat menjadi dasar bagi otoritas untuk meninjau kewajiban keuangan. Namun, jika transaksi tersebut jelas isinya dan sumbernya transparan, masyarakat tidak perlu khawatir sama sekali.
Nyatakan dengan jelas isi transfer (pinjaman, dukungan, transfer atas nama orang lain, dll.); Simpan dokumen terkait seperti kontrak, tanda terima, pernyataan; Konsultasikan dengan akuntan atau pengacara dalam transaksi bernilai tinggi.
Memahami dengan benar kasus pengecualian pajak saat menerima transfer uang akan membantu orang merasa lebih percaya diri dalam bertransaksi, membatasi risiko hukum yang tidak perlu, dan berkontribusi pada peningkatan transparansi dalam pengelolaan keuangan pribadi di era digital.
Sumber: https://baonghean.vn/nhung-truong-hop-chuyen-khoan-khong-bi-danh-thue-10301332.html
Komentar (0)