Tabrakan antarpesawat jarang terjadi, karena industri penerbangan menetapkan standar keselamatan yang sangat ketat, dengan teknologi pengawasan darat modern.
Akan tetapi, insiden semacam ini masih terjadi dari waktu ke waktu di beberapa bagian dunia .
Pada bulan Februari, di Bandara Seattle-Tacoma di AS, sayap pesawat Japan Airlines bertabrakan dengan ekor pesawat Delta Airlines.

Tabrakan itu menyebabkan sayap pesawat maskapai Jepang itu tersangkut di ekor pesawat lainnya (Foto: Berita).
Insiden itu menyebabkan sayap pesawat Japan Airlines tersangkut di ekor pesawat Delta.
Jason Chan, seorang saksi mata, mengatakan ia merasakan sedikit guncangan saat tabrakan terjadi. Namun, para penumpang baru mengetahui kejadian tersebut setelah kapten mengumumkan melalui pengeras suara.
Pada tahun 2024, sebuah video menjadi viral di media sosial yang memperlihatkan ujung sayap pesawat Virgin Atlantic menempel di sayap pesawat British Airways setelah bertabrakan di Bandara Heathrow, Inggris.
Tabrakan terjadi saat pesawat Boeing 787-9 milik Virgin baru saja mendarat dan sedang ditarik ke lokasi lain di bandara. Saat kejadian, tidak ada penumpang di kedua pesawat tersebut.
Pada tahun 2016, dua pesawat China Eastern Airlines bertabrakan di Bandara Internasional Hongqiao (Shanghai, Cina).
Dengan demikian, ketika pesawat bernomor penerbangan MU2153 baru saja mendarat setelah penerbangan dari Shaanxi ke Shanghai, sayap kanan bertabrakan dengan sayap kiri pesawat lain.
Gambar yang dibagikan menunjukkan tabrakan tersebut menyebabkan kedua sayap rusak dan saling menempel.
Kebanyakan tabrakan sayap hanya menyebabkan kerusakan kecil, tetapi ada juga tabrakan yang menyebabkan kerusakan parah.
Secara khusus, pada tahun 2016, di bandara di ibu kota Indonesia, Jakarta, sebuah pesawat penumpang Batik Air sedang bersiap lepas landas ketika sayapnya menabrak ekor pesawat TransNusa yang sedang ditarik melintasi landasan pacu.

Sayap pesawat rusak parah setelah tabrakan di Indonesia tahun 2016 (Foto: BNO).
Tabrakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, salah satu sayap pesawat Batik Air terbakar. Semua penumpang dievakuasi ke tempat aman.
Memperbaiki sayap pesawat tidaklah murah. Menurut situs web perusahaan asuransi penerbangan Global Aerospace, biaya perbaikan ujung sayap pada pesawat serat karbon terbaru bisa mencapai 1,5 juta dolar AS (39 miliar VND).
Selain itu, jika pesawat rusak akibat tabrakan, maskapai harus menariknya dari armada untuk diperbaiki. Hal ini memengaruhi transportasi penumpang.
Tabrakan dan bahaya penerbangan
Tabrakan sayap biasanya hanya menyebabkan kerusakan pada sayap. Namun, banyak tabrakan penerbangan dapat berakibat fatal.
Pada tahun 1996, sebuah pesawat terbang Arab Saudi baru saja lepas landas dari bandara New Delhi (India) ketika bertabrakan hebat di langit dengan pesawat Kazakhstan Airlines yang bersiap mendarat.
Insiden itu menewaskan lebih dari 350 orang, termasuk penumpang dan awak.

Kecelakaan tragis antara dua pesawat di New Delhi pada tahun 1996 (Foto: Merah).
Sebagian besar korban di pesawat Saudi Arabian Airlines adalah Muslim. Mereka sedang dalam perjalanan ke Mekah—tempat paling suci bagi umat Islam—untuk salat.
Tabrakan dengan burung merupakan masalah umum dalam penerbangan. Pada tahun 2018, sebuah pesawat Boeing 737-800 Air China yang berangkat dari Tianjin, Tiongkok, bertabrakan dengan seekor burung.
Saat pesawat mendarat di Hong Kong (Cina), bagian depan pesawat memiliki lubang besar.
Menurut Administrasi Penerbangan Federal AS, kerusakan yang disebabkan oleh tabrakan burung terhadap pesawat dari tahun 1990 hingga 2019 diperkirakan mencapai 500 juta USD/tahun.
Tabrakan burung yang merusak mesin, sayap, hidung, atau kaca depan pesawat tidak menimbulkan ancaman bagi penumpang. Sebagian besar pesawat dapat mendarat setelah tabrakan. Namun, pesawat-pesawat tersebut harus di-grounded selama berminggu-minggu untuk perbaikan.
Misalnya, jendela kokpit yang retak dapat menghabiskan biaya perbaikan sebesar $90.000 bagi maskapai penerbangan, atau sayap yang rusak akibat ditabrak burung dapat menghabiskan biaya $500.000 untuk diperbaiki hingga normal.

Sayap ekor pesawat Vietnam Airlines robek setelah tabrakan (Foto: CTV).
Di Vietnam, baru-baru ini pada sore hari tanggal 27 Juni di Bandara Noi Bai, dua pesawat bertabrakan. Insiden tersebut menyebabkan sayap ekor pesawat Vietnam Airlines robek.
Menurut saksi mata di lokasi kejadian, insiden terjadi ketika pesawat A321 sedang menunggu di landasan pacu untuk bersiap lepas landas. Sementara itu, pesawat Boeing 787 sedang meluncur di belakang A321.
Sumber: https://dantri.com.vn/du-lich/nhung-vu-va-quet-may-bay-tung-xay-ra-gay-thiet-hai-nang-ne-tren-the-gioi-20250628155545032.htm
Komentar (0)