
Delegasi Mua Thi Dinh, delegasi distrik Dien Bien, dan delegasi Nguyen Phu Duc, delegasi distrik Dien Bien Dong menyampaikan keprihatinan dan kekhawatiran banyak pemilih terkait situasi keracunan makanan yang terjadi di wilayah tersebut tahun lalu. Khususnya, pada tahun 2024, Provinsi Dien Bien akan menyelenggarakan banyak acara penting seperti: Perayaan 70 tahun kemenangan Dien Bien Phu, Tahun Pariwisata Nasional - Dien Bien dengan serangkaian kegiatan dan acara budaya, olahraga , dan pariwisata... Dengan banyaknya orang dan wisatawan yang berkumpul, risiko insiden keamanan pangan dan tingkat dampaknya sangat tinggi.

Menjelaskan hal ini, Bapak Pham Giang Nam, Direktur Dinas Kesehatan, menginformasikan: Dari 1 Januari hingga 5 Desember 2023, terdapat 6 insiden keracunan makanan di provinsi ini, dengan 73 kasus dan 1 kasus keracunan makanan terisolasi, lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 (3 insiden, 9 kasus). Penyebab utamanya adalah kontaminasi mikroba pada bihun segar. 100% insiden keracunan makanan segera diselidiki, diverifikasi, dan sampel diambil untuk pengujian.

Berdasarkan kasus keracunan pangan, terutama 5 kasus yang disebabkan oleh mikroorganisme pada bihun segar, dapat dilihat bahwa ketika terjadi kasus keracunan, tidak ada intervensi yang tegas dari sektor manajemen yang ditunjuk, yaitu Komite Pengarah Keamanan Pangan Antarsektor kabupaten dan kota, dalam investigasi dan penanganan. Komite Pengarah di tingkat kabupaten baru akan mengambil tindakan ketika banyak kasus terkait terjadi. Jika kita dapat menghentikan sejak dini pengiriman bihun yang diproduksi tanpa standar keamanan pangan ke kabupaten untuk dikonsumsi, jumlah kasus keracunan akan jauh lebih sedikit.
Menurut Direktur Departemen Kesehatan, sebagai badan tetap Komite Pengarah Interdisipliner Provinsi untuk Keamanan Pangan, dalam waktu mendatang, sektor Kesehatan akan berkoordinasi dengan departemen, cabang, dan Komite Rakyat distrik untuk memberi saran kepada Komite Rakyat Provinsi untuk mengarahkan implementasi langkah-langkah yang sinkron dan komprehensif untuk memastikan keamanan pangan. Secara khusus, hal itu akan meningkatkan kapasitas manajemen negara bagian tentang keamanan pangan; efektivitas koordinasi lintas sektoral dalam inspeksi, pemeriksaan, pengujian, dan penanganan pelanggaran keamanan pangan. Mempertahankan dan meningkatkan kapasitas sistem pengawasan keracunan makanan dan penyakit bawaan makanan dari tingkat provinsi hingga distrik dan komune. Memperkuat komunikasi tentang keamanan pangan; deteksi dini, investigasi, dan penanganan tepat waktu kasus keracunan di masyarakat, mengatur perawatan darurat yang baik, meminimalkan jumlah kasus dan kematian akibat keracunan makanan.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Tetap Komite Rakyat Provinsi, Pham Duc Toan, juga memberikan klarifikasi. Beliau menekankan bahwa memastikan keamanan dan kebersihan pangan melibatkan banyak tahapan, sehingga perlu ada koordinasi yang sinkron dalam pengendalian: Produksi, peredaran, pengolahan, dan penggunaan pangan. Komite Rakyat Provinsi menerima pendapat para delegasi dan berkomitmen untuk mengarahkan berbagai tingkat dan sektor terkait agar berkinerja lebih baik di tahun mendatang. Terutama sektor-sektor: Pertanian, Industri dan Perdagangan, Kesehatan, dan pemerintah daerah. Selain itu, upaya komunikasi juga perlu dilakukan untuk mempublikasikan informasi secara luas tentang tempat-tempat yang melanggar agar masyarakat mengetahui dan menghindarinya; sekaligus menciptakan tekanan publik untuk mencegah produksi dan perdagangan barang-barang yang tidak aman.
Sumber
Komentar (0)