Setiap tahun, Bapak Nguyen Xuan Hoai (lahir tahun 1957), di Dusun 1, Kota Ben Quan, Distrik Vinh Linh, memelihara 40.000 ekor ayam kuning di kandang tertutup. Berkat investasi yang berani dalam ilmu pengetahuan dan teknologi produksi serta teknik yang baik, setiap tahun beliau meraup keuntungan lebih dari 600 juta VND dari ayam-ayamnya.
Bapak Hoai memeriksa sistem air minum otomatis untuk ayam - Foto: TRAN THANH
Pada tahun 1983, Tuan Hoai kembali ke kampung halamannya untuk bekerja di Perkebunan Quyet Thang setelah 4 tahun bertugas di militer. Selama masa itu, beliau menikah. Istrinya adalah seorang pekerja di perkebunan, sehingga keluarganya diberi lahan seluas 3,5 hektar. Di lahan ini, beliau dan istrinya menanam pohon karet rakyat untuk menambah penghasilan. Saat itu, harga lateks karet sedang tinggi, sehingga kualitas hidup keluarganya pun berangsur-angsur membaik.
Selama menjabat sebagai Ketua Asosiasi Petani Dusun 1, Bapak Hoai mengenal berbagai model produksi yang menghasilkan efisiensi ekonomi tinggi, termasuk model pemeliharaan ayam komersial. Melalui proses pembelajaran dan bimbingan dari kenalan, Bapak Hoai memutuskan untuk memobilisasi modal dan merenovasi lahan kebun karet seluas 1.000 m² untuk berinvestasi dalam pembangunan sistem kandang tertutup. Dengan total modal sebesar 1,4 miliar VND, sistem kandang ayam Bapak Hoai dibangun secara ilmiah, dilengkapi dengan sistem pendingin dan pemanas listrik, bak pakan otomatis, filter air bersih, dll.
Setelah saya selesai membangun sistem kandang, perusahaan menyediakan ayam, pakan, obat-obatan, dan dukungan teknis. Ketika tiba saatnya menjual, perusahaan membeli ayam-ayam tersebut dengan harga yang tercantum. Jadi, saya tidak perlu khawatir soal konsumsi. Setiap tahun, saya beternak 4 kali, masing-masing sebanyak 10.000 ekor ayam. Setelah dikurangi biaya-biaya, saya mendapatkan keuntungan lebih dari 600 juta VND,” ujar Bapak Hoai.
Ketika ditanya tentang teknik pembiakan, Bapak Hoai menjelaskan bahwa ketika anak ayam pertama kali dibawa ke peternakan, mereka akan dierami menggunakan sistem pemanas listrik selama 10-12 hari. Suhu selama 3 hari pertama sekitar 35 derajat Celcius, kemudian secara bertahap menurun di hari-hari berikutnya. Suhu di peternakan ayam dijamin sekitar 22 derajat Celcius di musim panas, dan 25-28 derajat Celcius di musim dingin. Bapak Hoai menyediakan generator untuk menjaga suhu di peternakan tetap stabil bagi ayam-ayamnya, jika terjadi pemadaman listrik.
Setiap hari, Pak Hoai memberi makan ayam-ayamnya dua kali, pagi dan sore. Pakan dituangkan ke dalam tangki, yang kemudian diangkut oleh ban berjalan ke bak pakan. Air minum ayam juga disediakan oleh sistem pasokan air otomatis. Setelah ayam-ayamnya dewasa, Pak Hoai meluangkan waktu tertentu setiap hari untuk membiarkan ayam-ayamnya mencari makan di bawah kanopi hutan. Setelah 2,5 bulan pemeliharaan, berat rata-rata ayam-ayam tersebut adalah 2,2 kg/ekor. Untuk setiap 10.000 ekor ayam, Pak Hoai memasok 16 ton daging ayam kepada perusahaan. Sisa berat tersebut merupakan keuntungan yang diterimanya.
Menurut Bapak Hoai, lingkungan hidup yang bersih merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan kesehatan ayam. Untuk memastikan kebersihan dan mencegah penyakit, Bapak Hoai memelihara ayam di atas alas kandang biologis. Setelah setiap kali panen, Bapak Hoai menjual sekitar 18 juta VND pupuk kandang. Beliau juga berinvestasi dalam pemasangan sistem penyaringan air modern sebelum memompanya ke bak plastik untuk minum ayam.
Selain beternak ayam, keluarga Pak Hoai masih mengelola hutan karet seluas lebih dari 1 hektar dan memelihara lebih dari 10 babi hutan. Pak Hoai selalu antusias berbagi pengalaman dan teknik beternak ayamnya dengan mereka yang membutuhkan.
Beliau dan istrinya juga secara rutin menyumbang dan mendukung dana bagi pemerintah daerah untuk menyelenggarakan program dan kegiatan jaminan sosial, membantu keluarga-keluarga yang berada dalam situasi sulit di daerah tersebut. Berkat upayanya dalam mengembangkan ekonomi keluarga dan kontribusinya kepada masyarakat, Bapak Hoai baru-baru ini dianugerahi penghargaan "Teratai Merah Muda" oleh distrik Vinh Linh.
Tran Thanh
Sumber
Komentar (0)