OpenAI sedang menguji model kecerdasan buatan (AI) penalaran baru, o3 dan o3 mini, sebuah tanda meningkatnya persaingan dengan para pesaing seperti Google untuk menciptakan model yang lebih cerdas yang mampu memecahkan masalah yang rumit.
CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaan rintisan AI tersebut berencana meluncurkan o3 mini pada akhir Januari 2025 dan o3 penuh nanti, karena model bahasa besar yang tangguh dapat mengungguli model yang sudah ada dan menarik investasi serta pengguna baru.
OpenAI meluncurkan model AI penalaran "o3" dalam versi beta.
OpenAI yang didukung Microsoft merilis model AI o1 pada bulan September, yang dirancang untuk menghabiskan lebih banyak waktu dalam memproses kueri untuk memecahkan masalah yang sulit.
Perusahaan AI mengatakan bahwa model o1 mampu bernalar melalui tugas-tugas yang kompleks dan dapat memecahkan masalah yang lebih sulit daripada model-model sebelumnya dalam sains , pengkodean, dan matematika.
Model o3 dan o3 mini baru OpenAI, yang saat ini sedang menjalani pengujian keamanan internal, akan lebih tangguh daripada model o1 yang dirilis sebelumnya, jelas Sam Altman.
Pelopor GenAI mengumumkan bahwa mereka membuka proses aplikasi bagi peneliti luar untuk menguji model o3 sebelum rilis publik, yang akan berakhir pada 10 Januari 2025.
OpenAI memulai persaingan AI setelah meluncurkan ChatGPT pada November 2022. Popularitas perusahaan yang semakin meningkat dan peluncuran produk baru membantu OpenAI menutup putaran pendanaan senilai $6,6 miliar pada bulan Oktober.
Sementara itu, pesaing Google, Alphabet, merilis generasi kedua model Gemini AI pada awal Desember, saat raksasa pencarian itu bertujuan untuk mendapatkan kembali keunggulannya dalam perlombaan teknologi AI.
(Sumber Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/openai-ra-mat-cac-mo-hinh-ai-lap-luan-o3-trong-giai-doan-thu-nghiem-192241222143033654.htm
Komentar (0)