"Dengan menggunakan frasa 'dialog', saya ingin menekankan perlunya perubahan dalam pendekatan film perang saat ini. Jika dulu, ketika kami merilis film perang, seringkali hanya bersifat propaganda, kini, ketika film dirilis secara luas, kami terpaksa menempatkan diri dalam dialog yang sangat adil dengan penonton. Harapan kami adalah penonton melihat film perang sebagai produk komersial yang dapat diedarkan, menjual tiket, dan bersedia menerima masukan dari publik," ujar Ibu Huyen. Sutradara Red Rain (yang akan dirilis pada 2 September) percaya bahwa penonton dapat menyukai, tidak menyukai, dan dapat menolak, dan para pembuat film harus menerima hal itu. Dialog yang adil ini akan menciptakan peluang bagi para pembuat film untuk terus membuat film perang yang lebih baik di masa mendatang.
Tunnels: Sun in the Dark adalah salah satu dari sedikit film perang yang diproduksi setelah penyatuan kembali negara tersebut yang telah mencapai pendapatan box office yang tinggi.
Foto: TL
Berbagi tentang pengalaman sulit berpartisipasi dalam film perang, terutama adegan api dan ledakan yang mengancam jiwa, Seniman Berjasa Hoang Hai menyayangkan banyaknya film perang, meskipun dibuat dengan penuh semangat, seringkali hanya ditayangkan sebentar lalu "disimpan", sehingga tidak menjangkau banyak penonton. Menurutnya, kesuksesan beberapa film baru-baru ini, seperti Tunnels: Sun in the Dark dan Peach, Pho and Piano dengan penjualan tiket yang tinggi dan sambutan yang antusias merupakan pertanda baik, yang membantu para seniman merasa memiliki rasa kebersamaan. Ia berharap film-film perang Vietnam akan diinvestasikan dengan baik dan disebarkan lebih luas kepada masyarakat.
Artis Rakyat Lan Huong berbagi perasaannya tentang film perang yang dibuat baru-baru ini.
FOTO: HOANG SON
Berbicara lebih lanjut tentang nilai sejati sebuah film perang, sutradara Meritorious Artist Bui Tuan Dung mengatakan bahwa hal terpenting adalah menyentuh emosi penonton. Film ini perlu menciptakan kembali latar dan karakter secara realistis, mencerminkan kejayaan sekaligus tragedi, sehingga membangkitkan refleksi tentang perang dan nasib manusia. Nilai film ini juga terletak pada pesan humanisnya, hasrat akan perdamaian , pengampunan...
Menutup lokakarya, Dr. Ngo Phuong Lan, Presiden Asosiasi Vietnam untuk Promosi Sinematografi dan Direktur DANAFF, menilai bahwa penghargaan terhadap film perang memiliki alasan yang jelas, argumen yang meyakinkan, dan dibuktikan dengan bukti yang nyata. Beliau yakin bahwa lokakarya dan rangkaian film tentang Perang Vietnam akan menginspirasi para pembuat film untuk terus menekuni topik yang berharga ini. Acara ini juga berkontribusi dalam membangkitkan minat yang tulus dari penonton terhadap film perang, bukan hanya sekadar mengikuti tren.
Thanhnien.vn
Komentar (0)