Oleh karena itu, Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup diminta untuk mengarahkan instansi khususnya (langsung kepada Sub-Dinas Perikanan dan Kelautan, Badan Pengelola Pelabuhan Perikanan Provinsi) berdasarkan peraturan perundang-undangan dan fungsi serta tugas yang diberikan, untuk fokus pada pelaksanaan tugas yang mendesak dan utama. Bahasa Indonesia: Membuat daftar kapal penangkap ikan dengan surat izin penangkapan ikan yang telah kedaluwarsa/masa inspeksi yang telah kedaluwarsa dan mengirimkannya ke Komite Rakyat distrik pesisir, komune dengan kapal penangkap ikan dan Stasiun Penjaga Perbatasan dan Stasiun di wilayah pesisir untuk segera meninjau dan memberi tahu setiap pemilik kapal untuk melakukan inspeksi, menerbitkan/menerbitkan kembali surat izin penangkapan ikan sesuai dengan peraturan dalam batas waktu 30 Juni 2025 untuk 923 kapal penangkap ikan yang telah terdaftar tetapi belum diterbitkan atau telah kedaluwarsa surat izin penangkapan ikan dan 487 kapal penangkap ikan dengan masa inspeksi yang telah kedaluwarsa menurut laporan Komite Pengarah Provinsi untuk Memerangi IUU Fishing pada tanggal 19 Juni 2025. Pada saat yang sama, berkoordinasi dengan departemen profesional Kepolisian Daerah untuk menyebarkan identifikasi kapal pada platform Basis Data Kependudukan Nasional sesuai dengan instruksi dan arahan Kementerian dan badan manajemen sektor Pusat.

Laksanakan pengumuman daftar kapal penangkap ikan berisiko tinggi melanggar IUU fishing secara tegas kepada otoritas terkait dan otoritas lokal untuk koordinasi dan pengendalian, serta dengan tegas melarang kapal penangkap ikan yang tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan penangkapan ikan di laut. Lakukan inspeksi dan pengawasan ketat terhadap pemasangan dan pembongkaran peralatan pemantauan pelayaran (VMS) pada kapal penangkap ikan. Bentuk tim siaga 24/7 yang serius untuk mengoperasikan sistem pemantauan pelayaran guna memverifikasi dan menanganinya sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Arahkan pelaksanaan dukungan biaya berlangganan satelit untuk layanan pemantauan pelayaran kapal penangkap ikan bagi kapal penangkap ikan di provinsi ini sesuai dengan Resolusi Dewan Rakyat Provinsi No. 20/2024/NQ-HDND secara tepat waktu dan tepat. Atur peninjauan data daftar kapal penangkap ikan dan nelayan di tingkat kecamatan, Provinsi Lam Dong (baru) sesuai dengan Resolusi Komite Tetap Majelis Nasional No. 1671/NQ-UBTVQH15 tanggal 16 Juni 2025 untuk memfasilitasi pemantauan dan pengelolaan...

Komando Penjaga Perbatasan Provinsi menginstruksikan para penjaga perbatasan pesisir untuk terus mengawasi secara ketat kapal-kapal penangkap ikan yang masuk dan keluar pelabuhan. Meninjau dan mengatur sumber daya manusia untuk menjaga operasional di organisasi-organisasi lintas sektor yang melaksanakan tugas pemberantasan penangkapan ikan ilegal (IUU fishing) yang dibentuk oleh otoritas yang berwenang. Mengarahkan dan menugaskan para penjaga perbatasan pesisir untuk berkoordinasi dengan otoritas tingkat kecamatan dan instansi fungsional guna memperkuat manajemen, pemantauan, dan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal penangkap ikan berisiko tinggi. Mencegah secara tegas terulangnya kembali situasi kapal-kapal penangkap ikan dan nelayan provinsi yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan asing.

Kepolisian Daerah Provinsi menginstruksikan Kepolisian Daerah untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang dan instansi fungsional dalam pengelolaan kapal penangkap ikan dan pemberantasan IUU fishing di daerah; khususnya memperkuat pengumpulan informasi dan melokalisasi pelaku yang berperan sebagai perantara dan penghubung untuk membawa kapal penangkap ikan dan nelayan melakukan eksploitasi ilegal di perairan asing serta tindakan pengiriman, pengangkutan, atau dengan sengaja menonaktifkan alat pemantau perjalanan di kapal penangkap ikan untuk melakukan eksploitasi ilegal di perairan asing. Menyelidiki dan menuntut sesuai dengan Putusan No. 04/2024/NQ-HDTP tanggal 12 Juni 2024 dari Majelis Hakim Mahkamah Agung Rakyat .
Meminta kepada Komite Rakyat distrik pesisir, kota dan kabupaten untuk segera berkoordinasi dengan badan pengelola perikanan untuk meninjau dan memberi tahu setiap pemilik kapal untuk melakukan inspeksi dan menerbitkan/menerbitkan kembali lisensi penangkapan ikan sesuai dengan peraturan dalam batas waktu hingga 30 Juni 2025. Memahami sepenuhnya pentingnya tugas memerangi IUU fishing di daerah tersebut, langsung untuk terus mempertahankan, tidak membiarkan pengaturan otoritas lokal 2 tingkat mempengaruhi atau mengganggu tugas dan tugas ini di daerah tersebut. Dengan demikian, meninjau dan menyerahkan tugas memerangi IUU fishing di daerah tingkat distrik sebelumnya kepada otoritas komune, bangsal dan zona khusus (baru) dengan kapal laut dan kapal penangkap ikan untuk menerima dan terus melaksanakan. Terutama pekerjaan memantau dan mengawasi kapal penangkap ikan yang berisiko tinggi melanggar perairan asing, tidak membiarkan kapal penangkap ikan dan nelayan di daerah tersebut melanggar. Memperhatikan dan mengarahkan penataan serta penugasan sumber daya manusia untuk melakukan pemantauan dan pemberian nasihat tentang pencegahan dan penanggulangan IUU fishing di daerah pada masa transisi, menyerahkan tugas kepada kecamatan, kelurahan, dan kawasan khusus (baru) pasca penataan, memastikan agar pengelolaan kapal penangkap ikan dan pekerjaan pencegahan IUU fishing tidak terganggu, kurang, atau tumpang tindih.
Sumber: https://baobinhthuan.com.vn/phong-chong-khai-thac-iuu-truoc-va-trong-qua-trinh-sap-xep-chinh-quyen-2-cap-131339.html
Komentar (0)