Pelatih Mauricio Pochettino ingin penggemar Chelsea melupakan masa lalu yang penuh trofi di bawah Roman Abramovich dan menatap masa depan dengan proyek baru.
"Kita harus berhenti berpikir bahwa ini adalah Chelsea 20 tahun lalu. Ini bukan Chelsea yang sekarang," kata Pochettino setelah kemenangan 3-1 Chelsea atas Aston Villa di putaran keempat Piala FA. "Sekarang kita harus melanjutkan proyek ini. Saya tidak peduli apakah orang-orang senang atau tidak senang dengan pernyataan-pernyataan ini. Saya peduli dengan klub, para pemain, dan saya ingin membantu mereka."
Pelatih Mauricio Pochettino saat Chelsea kalah 2-4 dari Wolves di Stamford Bridge pada 4 Februari 2024. Foto: AP
Chelsea telah meraih kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak dibeli oleh Abramovich seharga £140 juta (hampir $190 juta) pada tahun 2003. Sejak saat itu, miliarder Rusia tersebut telah menggelontorkan investasi sekitar $2 miliar, memperkuat skuad untuk membantu Chelsea meraih status sebagai kekuatan di Liga Primer dan Eropa. Selama eranya, tim telah memenangkan lima gelar Liga Primer, dua Liga Champions, dua Liga Europa, lima Piala FA, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA.
Pada musim panas 2022, aliansi yang dipimpin oleh miliarder Todd Boehly menyelesaikan akuisisi Chelsea senilai $5,2 miliar, sekaligus mengakhiri era Abramovich. Sepanjang tahun lalu, "The Blues" telah menghabiskan lebih dari 1 miliar poundsterling di bursa transfer, tetapi performanya terus menurun drastis, bahkan sampai memecat pelatih mereka dua kali. Musim lalu, Chelsea finis di peringkat ke-12 Liga Primer, tersingkir di putaran ketiga Piala FA, Piala Liga, dan perempat final Liga Champions.
Musim ini, di bawah asuhan Pochettino, Chelsea belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan di Liga Primer, saat ini berada di peringkat ke-11 dengan 31 poin. Namun, mereka masih berpeluang meraih gelar juara saat menghadapi Liverpool di final Piala Liga di Wembley pada 25 Februari, kemudian menghadapi Leeds di putaran kelima Piala FA pada 28 Februari.
"Kami akan berjuang, saya tidak peduli apa kata orang," lanjut Pochettino. "Proyek seperti ini membutuhkan waktu dan kepercayaan. Kami tidak bisa langsung membangun tim yang bisa bersaing memperebutkan gelar juara karena banyak hal yang harus diperbaiki. Kita perlu mengamati, menganalisis, dan bersaing. Kami sedang membangun proyek yang bisa bertahan satu, dua, atau tiga tahun."
Dalam laga ulangan putaran keempat Piala FA di Villa Park pada 7 Februari, Chelsea mengalahkan Aston Villa 3-1 berkat gol-gol dari Conor Gallagher, Nicolas Jackson, dan Enzo Fernandez. Pochettino bangga dengan semangat juang tim dan menganggap ini sebagai penampilan terbaik musim ini. "Hari ini, Anda bisa melihat kami siap berjuang. Seluruh tim untuk para penggemar, untuk klub, untuk staf pelatih. Sekarang tantangannya adalah menjaga konsistensi," ujar pelatih asal Argentina itu.
Hong Duy
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)