Selama kurang lebih satu dekade, La Liga telah mengalami masa keemasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Cristiano Ronaldo di Real Madrid dan Lionel Messi di Barcelona. Pertandingan "El Clasico" tak hanya menjadi ajang persaingan antara dua tim paling tradisional Spanyol, tetapi juga konfrontasi puncak antara dua superstar terhebat di sepak bola modern. Ronaldo dan Messi bergantian memenangkan Ballon d'Or, menjadikan La Liga tempat lahirnya perdebatan, perbandingan, dan kegembiraan tanpa akhir bagi para penggemar di seluruh dunia.
"Ronaldo dan Messi telah memberikan dampak yang besar"
Ketika Ronaldo meninggalkan Real Madrid dan Messi meninggalkan Barcelona, banyak orang mengira La Liga telah kehilangan daya tariknya bagi penggemar sepak bola. Namun, mantan pemain Christian Karembeu, legenda Real Madrid (juara Liga Champions UEFA 1997-1998 dan 1999-2000) dan tim nasional Prancis (juara Piala Dunia 1998 dan EURO 2000), tidak sependapat dengan pendapat tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan media Vietnam, mantan pemain kelahiran 1970 tersebut mengatakan bahwa La Liga selalu memiliki ikon-ikon hebat: dari Maradona, Zidane hingga Ronaldo yang "gemuk"... dan akan terus mempertahankan daya tariknya berkat generasi-generasi baru.
Messi (kiri) dan Ronaldo pernah menciptakan zaman keemasan La Liga
FOTO: REUTERS
"Tentu saja, Ronaldo dan Messi telah memberikan dampak yang sangat besar bagi La Liga. Namun setelah mereka pergi, daya tarik La Liga tidak berkurang. Sepak bola terus berkembang dan selalu melahirkan talenta-talenta baru. Saat ini, kita bisa melihat nama-nama seperti Lamine Yamal, Mbappe, Rashford, Bellingham... Semuanya adalah bintang yang membawa daya tarik baru ke turnamen ini. Saya sangat yakin La Liga akan mempertahankan posisinya. Fakta bahwa klub-klub La Liga telah memenangkan banyak gelar Liga Champions UEFA adalah buktinya," ujar Karembeu kepada reporter Thanh Nien .
"Yamal akan memenangkan banyak Ballon d'Or jika..."
Salah satu nama yang paling banyak dibicarakan saat ini adalah Lamine Yamal. Di usianya yang baru 18 tahun, pemain yang tumbuh besar di La Masia ini telah membuktikan dirinya sebagai permata yang bersinar bagi Barcelona dan tim nasional Spanyol. Karembeu tak ragu memuji: “Saya pikir Lamine Yamal memiliki semua yang dibutuhkan dalam hal bakat alami. Ia tumbuh besar di La Masia, yang telah membangun filosofi sepak bolanya sendiri untuk Barcelona, mencetak nama-nama seperti Messi, Xavi, Iniesta, Busquets… dan sekarang Lamine Yamal. Di tahun pertamanya di tim utama Barcelona maupun di tim nasional Spanyol, Yamal telah membuktikan kemampuannya. Saya yakin jika ia tahu bagaimana fokus dan mengarahkan kariernya dengan tepat, ia pasti bisa memenangkan banyak Bola Emas di masa depan.”
Yamal (kiri) dan Mbappe diharapkan dapat meniru persaingan kedua senior mereka.
FOTO: REUTERS
Selain Yamal, sepak bola dunia masih menyaksikan kehadiran Kylian Mbappe. Bintang Prancis ini telah pindah ke Real Madrid, siap menjadi simbol baru tim kerajaan Spanyol. Potensi konfrontasi antara Yamal di Barcelona dan Mbappe di Real Madrid mengingatkan para penggemar akan persaingan sengit antara Messi dan Ronaldo di masa lalu.
Musim baru La Liga menjanjikan persaingan yang sangat ketat. Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick telah membuktikan kekuatannya dengan menjuarai liga di musim perdana, sementara Real Madrid terus mendatangkan bintang-bintang top. Tim-tim lain seperti Valencia dan Sevilla juga menunjukkan ambisi dengan terus memperkuat skuad mereka. Dengan munculnya generasi muda dengan potensi besar dan kontrak-kontrak yang menggiurkan, La Liga tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu turnamen paling menarik di dunia.
Karembeu (tengah) adalah mantan pemain Real Madrid, bagian dari generasi emas tim Prancis bersama Zidane, Deschamp...
FOTO: TL
Ronaldo dan Messi telah menutup babak gemilang, tetapi Yamal, Mbappe, dan Vinicius sedang menulis babak baru. Dalam waktu dekat, para penggemar sepak bola mungkin akan menyaksikan El Clasico menjadi pusat sepak bola dunia, tetapi kali ini dengan wajah-wajah muda dan ambisius.
Sumber: https://thanhnien.vn/ronaldo-messi-dan-duoc-thay-the-boi-lamine-yamal-mbappe-185250821013150195.htm
Komentar (0)