Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Setelah 7 tahun, bagaimana keadaan pasangan mahasiswa yang menjadi orang tua di usia 18 tahun?

(Dan Tri) - Pada usia 18 tahun, seorang mahasiswi Singapura, Ke Zhiteng, tiba-tiba menerima kabar bahwa pacarnya sedang hamil. Saat itu, keduanya masih mahasiswa tahun pertama dan memutuskan untuk menikah muda dan memiliki anak. Tujuh tahun kemudian, bagaimana kabar pasangan ini?

Báo Dân tríBáo Dân trí01/08/2025

Kisah Ke Zhiteng baru saja dibagikannya secara publik kepada media Singapura.

Ke Zhiteng menegaskan: "Saya tidak membagikan kisah saya untuk mendorong anak muda menikah dini atau memiliki anak lebih awal seperti saya. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita dapat mengatasi tantangan dan kesulitan dengan tekad dan usaha yang gigih."

Anak muda jangan pernah menyerah, apalagi menyerah dalam menempuh pendidikan. Dalam kisah saya, sebuah situasi tak terduga memaksa saya untuk menikah muda dan memiliki anak di usia muda.

Ada banyak tekanan dan tantangan, tetapi pada akhirnya, hal-hal itulah yang memaksa saya untuk cepat dewasa dan bekerja keras.”

Sau 7 năm, cặp đôi sinh viên làm cha mẹ ở tuổi 18 giờ ra sao? - 1

Kisah Ke Zhiteng telah menjadi sensasi di kalangan masyarakat di negara kepulauan singa (Foto: TNP).

Ke Zhiteng baru saja lulus dari Nanyang Technological University—universitas terbaik di Singapura—dengan gelar yang sangat baik. Perjalanannya telah dilalui dengan belajar, bekerja, dan mengurus keluarganya.

Setelah lulus dari universitas bergengsi dengan gelar kelas satu, Ke Zhiteng memutuskan untuk berbagi kisahnya dengan media Singapura.

Pada tahun 2018, saat menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang mengkhususkan diri dalam sains dan teknologi, Ke Zhiteng dan pacarnya mengetahui bahwa mereka akan segera memiliki anak bersama.

Keduanya merasa takut karena belum siap berkeluarga. Kedua orang tua mereka juga sangat marah, tetapi pada akhirnya, kedua anak muda itu memutuskan untuk menikah dini dan memiliki anak, meskipun kondisi keuangan mereka belum memadai. Awalnya, mereka menerima dukungan dari kedua keluarga.

Saat ini, Ke bekerja sebagai pelayan dan mengambil kursus singkat perdagangan saham untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Prestasi akademik Ke di perguruan tinggi tidak terlalu cemerlang. Baru setelah berkeluarga, ia bertekad untuk belajar giat, berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Setelah menyelesaikan kuliahnya dengan skor rata-rata 3,55/4, Ke memutuskan untuk melanjutkan studinya di universitas.

Ia diterima di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan di Universitas Teknologi Nanyang. Ke Zhiteng mengatakan bahwa meskipun kehidupannya berbeda dari teman-teman sekelasnya, ia tidak dihakimi.

"Saya beruntung memiliki teman-teman yang berpikiran terbuka. Itu sangat membantu saya menjaga mentalitas yang baik untuk berjuang mencapai tujuan yang saya tetapkan," kata Ke.

Namun, istri Ke harus putus sekolah karena hamil, melahirkan, dan sibuk mengurus anak kecilnya. Ketika kondisi memungkinkan, gadis itu dapat kembali bersekolah dan melanjutkan studinya di sekolah swasta untuk mendapatkan gelar universitas.

Istri saya dulu sangat khawatir tentang apa yang akan dipikirkan orang lain. Saya menghabiskan banyak waktu untuk menghibur dan menyemangatinya, berjanji akan merawatnya dengan baik dan mendukungnya untuk melanjutkan studinya ketika kondisi memungkinkan. Sekarang, dia telah lulus kuliah, dan kami memiliki dua anak bersama,” ungkap Ke.

Saat ini, Ke bekerja sebagai pengawas pembelian material di sebuah perusahaan.

Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/sau-7-nam-cap-doi-sinh-vien-lam-cha-me-o-tuoi-18-gio-ra-sao-20250801152412840.htm


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk