Insiden tak terduga ini terjadi sekitar pukul 17.40 pada tanggal 25 November di bianglala Osaka setinggi 123 meter di kompleks Expocity, Jepang. Taman hiburan ini terletak di Prefektur Osaka.
Insiden itu terjadi saat badai petir. Petir menyambar bianglala, menyebabkan kabin-kabin berhenti beroperasi. Sekitar 20 penumpang terjebak di 9 kabin.

Meskipun listrik pada bianglala kembali menyala tak lama kemudian, bianglala tersebut tetap tidak dapat beroperasi karena sistem kendali daya terus menerus mengalami kegagalan, sehingga penumpang tidak dapat diturunkan ke darat.
Sistem pemanas dan pendingin di dalam kabin juga berhenti berfungsi. Untuk membantu tim penyelamat, sekitar 40 operator mencoba memutar kabin secara manual untuk menurunkannya, tetapi kecepatannya sangat lambat.
Petugas pemadam kebakaran dan layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Penumpang terakhir berhasil dievakuasi dengan selamat setelah lebih dari 9 jam terjebak di kabin dan melayang di udara.

Tn. Takeshi Niwa, Direktur Komunikasi operator bianglala, mengatakan perusahaan sedang menyelidiki penyebab penutupan dan meninjau prosedur tanggapannya.
Menurut Bapak Niwa, sambaran petir kemungkinan besar menyebabkan sistem kelistrikan komersial bianglala tersebut tidak berfungsi, sehingga memicu penghentian darurat. Namun, apakah bianglala tersebut tersambar petir secara langsung masih dalam proses klarifikasi.
Strukturnya mengalami kerusakan parah dan masih ditutup. Belum ada kabar kapan roda akan dibuka kembali.
Pihak berwenang setempat telah mengonfirmasi bahwa 20 wisatawan terjebak di udara dan diselamatkan setelah beberapa jam.
Bianglala Osaka terletak di kawasan perbelanjaan, bioskop, dan hiburan Expocity. Bianglala ini diiklankan sebagai bianglala tertinggi di Jepang, terletak di dekat Menara Matahari, yang merupakan simbol tersisa dari Pameran Dunia Jepang tahun 1970.
Source: https://dantri.com.vn/du-lich/set-danh-trung-vong-du-quay-20-khach-bi-lo-lung-tren-troi-suot-9-tieng-20251126230115962.htm






Komentar (0)