Secara spesifik, setelah sekian lama berfokus pada penanganan pandemi Covid-19, jumlah tenaga medis yang berhenti dari pekerjaannya pada tahun 2022 meningkat 177% dibandingkan tahun 2019 (sebelum pandemi Covid-19) dengan total 1.523 pegawai yang berhenti dari pekerjaannya.
Namun, sejak awal tahun 2023 hingga 10 Agustus, jumlah tenaga kesehatan masyarakat yang mengundurkan diri sebanyak 547 orang. Dari jumlah tersebut, 202 orang adalah dokter, 239 orang adalah perawat, bidan, teknisi medis, dan sebagainya, menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini merupakan hasil kebijakan preferensial di bidang kesehatan, yaitu peningkatan kondisi dan fasilitas kerja secara bertahap, peningkatan pendapatan, pemberian penghargaan dan dorongan secara cepat kepada yang berprestasi, serta penciptaan kondisi pembelajaran dan peningkatan kualifikasi bagi tenaga kesehatan.
Selain itu, sejak awal tahun 2023, Kota Ho Chi Minh telah menerapkan kebijakan peningkatan penghasilan tambahan pegawai negeri sipil sebesar 1,8 kali lipat. Sejak Juli 2023, Pemerintah memutuskan untuk menaikkan gaji pokok, sehingga meningkatkan penghasilan para pekerja, sehingga pekerja di sektor kesehatan lebih terjamin dalam pekerjaannya.
Khususnya, setelah berhasil menjalankan program percontohan pengiriman dokter muda lulusan baru untuk praktik di Rumah Sakit Umum Daerah yang berafiliasi dengan stasiun kesehatan selama 18 bulan, guna menerbitkan sertifikat praktik, para dokter muda tersebut memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan keterampilan mereka, sehingga memperoleh peluang kerja yang lebih besar.
Menurut Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh, per 10 Agustus 2023, jumlah total staf medis yang bekerja di fasilitas medis publik di kota tersebut adalah 43.494 orang, meningkat 2.070 orang dibandingkan dengan 31 Desember 2022.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)