Somalia, Misi Transisi Uni Afrika (ATMIS) dan Kantor Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSOS) bersama-sama mengumumkan pada tanggal 3 Desember dimulainya kembali tahap kedua proses penarikan ATMIS dari negara Tanduk Afrika tersebut.
Somalia, Uni Afrika, dan PBB sedang menentukan tahap kedua penarikan pasukan. (Foto ilustrasi. Sumber: AFP) |
Berbicara pada konferensi pers bersama di Mogadishu, Utusan Khusus untuk Somalia dari Ketua Komisi Uni Afrika (AU) dan kepala ATMIS, Mohammed El-Amine Souef, mengatakan bahwa proses penarikan tambahan 3.000 tentara dari Somalia awalnya dijadwalkan berakhir pada akhir September tetapi secara teknis telah dihentikan atas permintaan pemerintah Somalia.
Oleh karena itu, setelah diskusi tripartit yang ekstensif di tingkat teknis, dan sesuai dengan Komunike AU dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2710 (2023), ATMIS akan melanjutkan dan menyelesaikan penarikan 3.000 tentara pada tanggal 31 Desember.
Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan tersebut, Tn. Souef mencatat bahwa sejak jeda teknis pada bulan September, ATMIS, pemerintah Somalia, dan UNSOS telah bekerja sama untuk menghasilkan langkah-langkah guna melanjutkan proses pelepasan sebagaimana yang digariskan oleh Dewan Keamanan PBB dan Dewan Perdamaian dan Keamanan AU.
Penasihat Keamanan Nasional Somalia, Hussein Sheikh Ali, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mematuhi tenggat waktu yang ditetapkan. Ia mencatat bahwa pasukan keamanan Somalia siap mengambil alih delapan pangkalan militer yang akan diserahkan oleh ATMIS, dan meminta warga Somalia untuk mendukung proses transisi.
Sementara itu, kepala UNSOS Aisa Kirabo Kacyira menyatakan dukungan badan PBB tersebut terhadap proses transisi dan penarikan pasukan untuk menyelesaikan misi, seraya menegaskan bahwa UNSOS terus memberikan dukungan logistik untuk operasi yang sedang berlangsung.
Perwakilan Khusus Ketua Komisi AU di Somalia dan Kepala ATMIS, Tn. Mohammed El-Amine Souef, menghargai kontribusi ATMIS terhadap stabilitas negara Afrika Timur tersebut dan upaya tak kenal lelahnya untuk memastikan kelancaran transisi ke Pasukan Keamanan Somalia.
Bapak Souef menambahkan bahwa dengan dukungan ATMIS dan mitra internasional, Pasukan Keamanan Somalia telah berhasil melakukan operasi untuk membersihkan dan membebaskan wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh teroris al-Shabab.
Menurut rencana penarikan hingga Desember 2024, sekitar 3.000 tentara pasukan ATMIS akan terus meninggalkan Somalia pada akhir September tahun depan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)