Astronot veteran NASA Butch Wilmore dan Suni Williams menjadi astronot pertama yang melakukan perjalanan menaiki pesawat ruang angkasa Starliner pada tanggal 5 Juni ketika mereka diluncurkan ke ISS untuk misi uji coba yang diperkirakan berlangsung selama delapan hari.
Namun, mereka telah terjebak di ISS selama berminggu-minggu sejak saat itu. Hal ini disebabkan oleh sistem propulsi Starliner yang mengalami serangkaian masalah saat terbang ke ISS dan tidak dapat menjamin para astronaut dapat kembali dengan selamat.
Para pejabat NASA mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers di Houston bahwa Wilmore dan Williams bersedia tinggal lebih lama. Mereka akan menggunakan waktu luang mereka untuk melakukan eksperimen sains bersama tujuh astronaut lainnya di ISS.
Astronot Butch Wilmore dan Suni Williams telah terjebak di ISS selama berminggu-minggu. Foto: NASA
Kedua astronaut tersebut kini dijadwalkan kembali pada Februari 2025 dengan pesawat ruang angkasa Crew Dragon milik SpaceX, menurut NASA. Dua dari empat kursi astronaut di Crew Dragon akan dikosongkan untuk Wilmore dan Williams.
Mempercayakan pesawat luar angkasanya kepada Boeing bisa dibilang merupakan salah satu keputusan terburuk NASA selama bertahun-tahun. Proyek Starliner Boeing telah dirundung masalah selama bertahun-tahun dan telah melebihi anggaran lebih dari $1,6 miliar sejak 2016.
Lima dari 28 pendorong Starliner rusak selama penerbangan dan terjadi kebocoran helium yang digunakan untuk memberi tekanan pada pendorong, meskipun masih berhasil mencapai dan berlabuh di ISS.
NASA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Starliner akan dipaksa terpisah dari ISS dan kembali ke Bumi tanpa awaknya pada awal September.
"Saya tahu ini bukan keputusan yang kami harapkan, tetapi kami siap mengambil tindakan yang diperlukan untuk mendukung keputusan NASA," kata kepala Boeing Starliner, Mark Nappi.
Bui Huy (menurut NASA, Reuters, CNN)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/spacex-se-den-iss-giai-cuu-hai-phi-hanh-gia-di-tau-cua-boeing-vao-nam-sau-post309164.html
Komentar (0)