Penggunaan AI dalam produksi buku audio menawarkan banyak manfaat. Penerbit dapat menghemat biaya pengisi suara, mempercepat produksi, dan dengan mudah menerjemahkan buku ke dalam berbagai bahasa berkat teknologi penerjemahan. Bagi penulis independen, manfaat penggunaan AI bahkan lebih besar. Mereka tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk produksi, dan tidak perlu mencari penerbit dan distributor. Mereka dapat memproduksi karya mereka sendiri dan menyampaikannya kepada pembaca dengan dukungan AI.
Namun, produksi massal buku audio bertenaga AI menimbulkan kekhawatiran tentang kualitasnya. Annabelle Tudor, yang telah menyumbangkan suaranya untuk lebih dari 40 buku audio, berpendapat bahwa naluri bercerita adalah yang membuat seni membaca begitu orisinal dan berharga, sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh AI. Meskipun buku audio bertenaga AI diproduksi dalam jumlah besar, buku-buku tersebut akan kurang unik, terutama dalam hal pengalaman emosional. Dorje Swallow, yang telah merekam lebih dari 70 buku audio, memiliki pandangan yang sama, menyatakan bahwa emosi dan keterampilan bercerita sangat penting untuk menarik pembaca ke buku audio.
Simon Kennedy, Presiden Asosiasi Aktor Suara Australia, menyampaikan bahwa aktor sering menghabiskan banyak waktu untuk merekam buku audio. Mereka meluangkan waktu untuk membaca terlebih dahulu guna memahami karakter, semangat, dan ritme buku tersebut. Proses perekaman tidaklah sederhana; rata-rata, untuk buku audio berdurasi satu jam, mereka membutuhkan waktu dua atau tiga kali lebih lama untuk menyelesaikan perekaman, atau bahkan lebih. Setiap kata dan kalimat yang diucapkan oleh aktor suara mengandung emosi, yang membedakannya dari buku audio yang dibuat oleh AI dengan "suara Google". Oleh karena itu, buku audio memiliki kualitas unik dari suara masing-masing aktor, sehingga menarik bagi pembaca. Namun, Simon Kennedy juga menyatakan kekhawatiran karena teknologi kloning suara saat ini sedang diuji. Dalam konteks peraturan yang belum jelas mengenai kepemilikan suara, aktor dapat secara tidak sengaja kehilangan sumber daya jika mereka mengizinkan AI untuk menggunakan suara mereka.
BAO LAM (Dikumpulkan dari The Guardian dan Publishers Weekly)
Sumber: https://baocantho.com.vn/su-tang-truong-sach-noi-va-tac-dong-tu-ai-a190267.html








Komentar (0)