Pada pagi hari tanggal 1 Oktober, sistem pertahanan udara di Irak dan Suriah mencatat serangan roket yang menargetkan wilayah ibu kota kedua negara.
Pangkalan Angkatan Darat Victoria di Baghdad. (Sumber: Pangkalan Militer) |
Di Suriah, media pemerintah (SANA) mengatakan sistem pertahanan udara negara itu mencegat target "musuh" di wilayah Damaskus.
Sementara itu, di Irak, kantor berita Reuters mengutip dua pejabat militer setempat yang mengatakan bahwa sedikitnya dua roket Katyusha ditembakkan ke pangkalan militer yang menampung pasukan AS di dekat Bandara Internasional Baghdad, tetapi dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Surat kabar Telegraph melaporkan bahwa serangan itu menargetkan pangkalan militer di Victoria, tetapi pejabat AS belum mengonfirmasi insiden tersebut.
Dua sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pangkalan itu "ditargetkan dengan tiga roket", dua di antaranya "ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan khusus pangkalan itu".
"Roket ketiga jatuh di dekat markas Komando Layanan Antiteror," kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dan roket tersebut tidak memengaruhi lalu lintas udara.
Kamp Victoria adalah kompleks di Bandara Internasional Baghdad yang pernah menjadi markas pasukan AS di Irak dari tahun 2003 hingga 2011, sebelum diserahkan kepada pemerintah Irak. Pangkalan ini tetap menjadi markas pasukan AS dan sebelumnya pernah menjadi target militan Islam di Irak.
Roket yang digunakan dalam serangan itu diyakini adalah Katyusha , senjata yang pertama kali dikembangkan oleh Uni Soviet dan baru-baru ini digunakan oleh Hizbullah dan kelompok lain yang terkait Iran di Irak di Timur Tengah.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/trung-dong-tan-cong-rocket-don-dap-vao-syria-va-iraq-can-cu-quan-su-cua-my-o-baghdad-vao-tam-ngam-288306.html
Komentar (0)