Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi pada 18 September bahwa kapal induk Liaoning milik China, yang dikawal oleh dua kapal perusak kelas Luyang II, telah bergerak ke selatan melalui perairan antara pulau Yonaguni dan Iriomote (Prefektur Okinawa, Jepang) dari 17-18 September, menurut AFP.
Ini adalah pertama kalinya kapal induk Tiongkok terkonfirmasi melintasi wilayah tersebut, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang. Kementerian tersebut menyatakan bahwa pasukan Jepang sedang memantau Liaoning dan menganalisis tujuan pergerakan kapal induk Tiongkok tersebut.
Kapal induk China Liaoning mendekati Jepang dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya
Sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok hari ini, 19 September, mengumumkan bahwa kapal-kapal di atas berpartisipasi dalam latihan sesuai dengan hukum internasional yang relevan, tanpa memberikan lokasi armada yang tepat.
"Pihak terkait tidak perlu menjelaskan secara berlebihan mengenai masalah ini," tegas Kementerian Pertahanan Tiongkok dalam sebuah pernyataan.
Orang-orang menonton video kapal induk China Liaoning di Museum Militer di Beijing pada 3 Maret 2024.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Taiwan mengumumkan telah mendeteksi kapal-kapal Tiongkok yang bergerak melalui perairan timur pulau tersebut menuju Pulau Yonaguni, sekitar 110 km di timur Taiwan. Taiwan menyatakan telah mendeteksi kapal-kapal tersebut dan mengirimkan pasukan untuk memantaunya.
Bulan lalu, Tokyo melakukan protes setelah sebuah pesawat mata-mata China dan sebuah kapal survei diduga melanggar wilayah udara dan perairan teritorial Jepang.
Mengomentari setiap insiden, Kementerian Luar Negeri China mengatakan kapal itu hanya menjalankan hak lintas yang sah dan menegaskan tidak berniat melanggar wilayah udara negara mana pun.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/tau-san-bay-lieu-ninh-tien-gan-nhat-chua-tung-thay-trung-quoc-len-tieng-185240919191316056.htm
Komentar (0)