Vas anggrek besar dengan dekorasi rumit – Foto: NGOC AN
Pasar Bunga Van Phuc (Ha Dong - Hanoi ) adalah pasar bunga terkenal di selatan Hanoi, yang ramai dikunjungi orang-orang yang berbelanja di akhir pekan ketika Tet tinggal dua belas hari lagi. Banyak kios anggrek, bunga persik, dan kumquat dipajang di sepanjang trotoar dan jalan, menunggu pembeli.
Anggrek masih menjadi bunga yang populer karena daya tahan dan keanggunannya. Dengan harga yang beragam, anggrek memenuhi kebutuhan belanja masyarakat. Bunga yang tumbuh di Utara harganya "lebih murah" daripada bunga yang tumbuh di Dalat dan diimpor.
Menurut Ibu Mai (pemilik kebun bunga di Dan Phuong, Hanoi), anggrek yang ditanam di Utara lebih murah, sekitar 160.000-250.000 VND/cabang, tergantung jenisnya. Berkat teknologi budidaya yang semakin maju, warna bunganya semakin kaya, dan kelopaknya mekar sebesar bunga Dalat.
Karena kompensasi biaya transportasi, harga bunga lebih kompetitif dibandingkan anggrek Phalaenopsis Dalat, biasanya 300.000-350.000 VND/cabang, atau beberapa jenis memiliki harga tinggi hingga 450.000-500.000 VND/cabang. Oleh karena itu, anggrek Utara semakin banyak dipilih orang saat liburan dan Tet.
Anggrek berkelopak besar dengan batu yang menempel pada kelopaknya, dihargai 2,5 juta VND/cabang, dipajang oleh seorang tukang kebun.
Bapak Hung (pemilik kebun anggrek yang beralamat di Jalan Nguyen Xien, Thanh Xuan - Hanoi) mengatakan, selain model anggrek yang sudah dikenal, beberapa tahun belakangan ini banyak pembeli yang lebih menyukai anggrek warna-warni yang diwarnai atau anggrek berkelopak besar.
Meskipun harganya jauh lebih mahal daripada bunga biasa, bunga-bunga ini tetap menarik pelanggan berkat warnanya yang unik dan bunganya yang besar dan indah. Misalnya, anggrek warna-warni harganya mulai dari 500.000 hingga 1 juta VND, sedangkan anggrek berkelopak besar dengan 10 bunga/cabang dan bertabur batu harganya 2,5 juta VND/cabang.
Memilih model anggrek berwarna seharga 1 juta VND/cabang, Ibu Ngoc (Kim Giang - Thanh Xuan) bercerita bahwa ia baru saja memilih vas berisi 9 cabang sebagai hadiah. Meskipun harganya mahal, dengan beragam warna unik, ia memutuskan untuk memilihnya sebagai hadiah Tet yang mewah.
Menurut para pemilik kebun, harga anggrek tahun ini tidak banyak berubah dibandingkan sebelumnya, meskipun biayanya mengalami kenaikan. Terutama biaya transportasi dan biaya merangkai serta mendekorasi anggrek, sehingga banyak tukang kebun tidak memiliki cukup uang untuk menghidupi pelanggan, sehingga mereka harus menghitungnya dalam harga atau biaya merangkai secara terpisah.
Seorang penata bunga anggrek membungkus bunga untuk dikirim ke pelanggan.
Rata-rata, setiap cabang anggrek yang disewa oleh seorang teknisi berharga 15.000-20.000 VND. Setiap teknisi merangkai 7-15 cabang anggrek dalam vas selama 30-45 menit, dan dapat memperoleh penghasilan 300.000-400.000 VND. Pada hari-hari puncak, setiap teknisi merangkai ratusan anggrek, menghasilkan jutaan VND.
Bapak Ha Tung Long, seorang penjual bunga kawakan dari Hung Yen , menjelaskan bahwa merangkai anggrek membutuhkan keterampilan dan bentuk artistik yang sesuai dengan selera setiap pelanggan. Dengan model bunga yang sama, anggrek dapat berbentuk bulat, lurus, atau melebar elips, disusun dalam satu lapis atau beberapa lapis tergantung jumlah bunga.
"Selama musim puncak, para penata bunga anggrek bisa bekerja seharian dari pagi hingga malam. Meskipun berat, penghasilannya cukup baik, sehingga menambah penghasilan selama Tet. Bagi para penata bunga anggrek yang terampil, merangkai vas besar berisi anggrek dari beberapa lusin hingga ratusan cabang, penghasilannya bisa mencapai puluhan juta, tetapi mereka senang karena bisa membuat vas-vas indah untuk Tet," ujar Pak Long.
Komentar (0)