Baru-baru ini, Dewan Rakyat Hanoi menerbitkan Laporan Inspeksi No. 132/BC-BKTNS tertanggal 29 November 2023 tentang laporan Komite Rakyat Hanoi tentang langkah-langkah untuk mempercepat kemajuan investasi, dengan fokus pada penanganan proyek-proyek modal non-anggaran yang lambat dilaksanakan yang menggunakan tanah di Hanoi.
Sehubungan dengan itu, hingga kini, Komite Rakyat Hanoi telah menerbitkan 12 dokumen yang mengarahkan dan mendesak, 04 laporan kepada Komite Tetap Komite Partai Kota, 03 laporan kepada Dewan Rakyat tentang proposal, kebijakan untuk menangani dan memulihkan beberapa proyek yang lambat dilaksanakan; langkah-langkah penanganan untuk proyek-proyek yang telah disetujui, ditetapkan, memiliki dokumen yang mengizinkan penelitian dan pelaksanaan proyek dan kasus-kasus yang diizinkan oleh Negara untuk menerima transfer, menyumbangkan modal, menyewakan hak penggunaan tanah untuk melaksanakan proyek sebelum tanggal efektif Keputusan 148/2020/ND-CP tanggal 18 Desember 2020 dari Pemerintah .
Komite Rakyat Kota juga telah menyelenggarakan tinjauan dan bekerja sama dengan 16 Komite Rakyat Distrik untuk mengarahkan penanganan setiap proyek yang berjalan lambat. Dinas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup telah menerima 18 laporan hasil implementasi saat bekerja sama dengan distrik.
Secara spesifik, untuk 135 proyek yang belum dialokasikan tanah atau tanah sewa oleh Negara: 79 proyek (terhitung 58,5%) diidentifikasi sebagai subjek penghentian proyek, penangguhan pelaksanaan atau penghentian penugasan investor untuk mempelajari dan mengembangkan perencanaan (peningkatan 05 proyek dibandingkan dengan pertengahan 2023 yang dilaporkan kepada Dewan Rakyat Kota); 42 proyek direkomendasikan oleh Departemen Perencanaan dan Investasi untuk melanjutkan pelaksanaan dan mendesak untuk mempercepat kemajuan pelaksanaan (peningkatan 31 proyek dibandingkan dengan pertengahan 2023 yang dilaporkan kepada Dewan Rakyat Kota); 14 proyek diperiksa oleh Departemen Perencanaan dan Investasi untuk menetapkan berkas sebagai dasar untuk mempertimbangkan penghentian proyek sesuai peraturan (penurunan 36 proyek dibandingkan dengan pertengahan 2023 yang dilaporkan kepada Dewan Rakyat Kota).
Dari 404 proyek yang telah dialokasikan lahannya, disewakan lahannya, atau diubah peruntukannya oleh Negara, sebanyak 193 proyek (47,7%) telah dikeluarkan dari daftar proyek yang lambat pelaksanaannya (bertambah 24 proyek dibanding pertengahan tahun 2023); sebanyak 221 proyek (52,2%) telah diarahkan untuk ditangani dan telah memperoleh kesimpulan pemeriksaan (bertambah 126 proyek dibanding pertengahan tahun 2023).
Dari 173 proyek baru yang diusulkan oleh Komite Rakyat distrik, kota, dan kabupaten, terdapat 58 proyek (33,5%) yang masuk dalam daftar proyek lambat pelaksanaannya (bertambah 26 proyek dibanding pertengahan tahun 2023); sebanyak 97 proyek (56,1%) telah diarahkan untuk ditangani, telah selesai dilakukan inspeksi, pemeriksaan, dan pasca-audit (bertambah 206 proyek dibanding pertengahan tahun 2023); sebanyak 32 proyek (4,5%) yang masih perlu ditangani (berkurang 216 proyek dibanding pertengahan tahun 2023).
Dengan demikian, dari total 712 proyek (dengan luas lebih dari 5.000 hektar) yang menggunakan modal non-anggaran yang menggunakan lahan namun lambat pelaksanaannya di kota, terdapat: 330 proyek (terhitung 46,3%) yang telah dikeluarkan dari daftar proyek lambat pelaksanaannya (bertambah 26 proyek dibanding pertengahan tahun 2023); 350 proyek (terhitung 49,2%) telah memiliki petunjuk penanganan, kesimpulan pemeriksaan, pengujian, dan pasca pemeriksaan (bertambah 206 proyek dibanding pertengahan tahun 2023); 32 proyek (terhitung 4,5%) masih perlu penanganannya (berkurang 216 proyek dibanding pertengahan tahun 2023).
Ke depannya, Dewan Rakyat Hanoi meminta Komite Rakyat Kota untuk terus tegas menangani proyek-proyek yang berjalan lambat secara terbuka dan transparan, serta mengarahkan partisipasi dan koordinasi berbagai instansi dan unit untuk menyelesaikan masalah ini; kelompok kerja secara proaktif bekerja sama dengan setiap unit, meninjau setiap proyek secara spesifik, dan mengambil kesimpulan serta langkah-langkah penanganan segera setelah pekerjaan selesai. Pandangannya adalah menangani proyek-proyek yang belum dialokasikan lahan atau lahan sewa oleh Negara dan kini telah melewati jadwal pelaksanaan proyek (terutama untuk proyek yang telah berlangsung bertahun-tahun atau proyek yang telah mengalami penyesuaian berkali-kali);
Panitia Kota juga perlu segera melakukan penghapusan dan pengurusan dokumen-dokumen yang mendukung berbagai proyek, terutama kelompok proyek yang pelaksanaannya lambat karena alasan-alasan obyektif yang mengharuskan penyesuaian perencanaan dan proyek-proyek investasi agar sesuai dengan rencana umum dan rencana zonasi yang telah disesuaikan; melakukan penanganan pelanggaran keuangan secara tegas terhadap kelompok proyek yang kebijakan investasinya telah diperpanjang namun belum memenuhi kewajiban keuangannya atau lambat dalam memenuhi kewajiban keuangannya; terus melakukan peninjauan dan pengarahan kepada instansi-instansi untuk mempersingkat waktu penanganan prosedur administratif di bidang penanaman modal tanah dan bangunan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)