Pada sore hari tanggal 22 Juli, ketika para pemimpin komune Tien Du menyerahkan Sertifikat Hak Guna Usaha dan kepemilikan aset atas tanah di distrik Lung Giang, Bapak Tang Duc Hanh (lahir tahun 1971) tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Bersama Bapak Hanh, kali ini Komite Rakyat komune Tien Du juga menyerahkan Sertifikat Hak Guna Usaha kepada keluarga lain, Bapak Nguyen Van Trieu. Disaksikan oleh para pemimpin komune dan banyak warga, 2 Sertifikat Hak Guna Usaha diserahkan kepada keluarga tersebut. Bapak Hanh berkata: "Kurang dari 1 bulan sejak model pemerintahan daerah 2 tingkat resmi berlaku, masyarakat telah menerima Sertifikat Hak Guna Usaha. Selain itu, ketika kami datang untuk melakukan prosedur, kami juga dibimbing dengan antusias, penuh perhatian, dan khususnya mengenai prosedur deklarasi dan dokumen yang harus diserahkan oleh staf."
Petugas pertanian dan lingkungan dari Pusat Layanan Administrasi Publik Komune Phuc Hoa menerima dokumen masyarakat. |
Bapak Nguyen The Thanh - Tran Thi Van Anh dan istrinya di Desa Sau, Kecamatan Phuc Hoa juga sangat gembira menerima kabar bahwa Sertifikat Hak Guna Usaha (SHU) untuk lahan pedesaan mereka seluas 131 m² baru saja ditandatangani oleh para pemimpin Komite Rakyat Kecamatan pada tanggal 25 Juli bersama tiga keluarga lainnya. "Saya sangat puas dengan cara kerja pemerintah. Semua prosedur diproses dengan cepat, rapi, dan mudah," ungkap Bapak Thanh dengan penuh semangat.
Rekan Tran Van Vung, anggota Komite Partai Provinsi, Sekretaris Partai, dan Ketua Dewan Rakyat Komune Tien Du, mengatakan bahwa pemberian Sertifikat Hak Guna Usaha (SHU) merupakan salah satu tugas tersulit yang diemban oleh pemerintahan distrik yang baru. Sebelumnya, hal ini berada di bawah kewenangan tingkat distrik, tetapi kini telah didesentralisasikan ke tingkat komune dan distrik. Beban kerjanya memang berat, tetapi dengan motto mengutamakan rakyat, seluruh kader komune bertekad untuk mengabdi sepenuh hati. Inilah titik awal sekaligus landasan bagi para pemimpin dan seluruh kader komune untuk berupaya melayani rakyat dengan lebih baik.
Berdasarkan peraturan baru, mulai 1 Juli 2025, Ketua Komite Rakyat Komune berwenang menerbitkan Sertifikat Hak Guna Tanah pertama kepada perorangan. Selain itu, Komite Rakyat Komune juga berwenang menerbitkan kembali Sertifikat Hak Guna Tanah yang hilang, menyesuaikan informasi karena kesalahan, mencabut karena penerbitan yang tidak tepat, dan sebagainya. Peraturan baru ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pemrosesan, menyederhanakan proses, dan memberikan kemudahan maksimal bagi masyarakat.
Di komune dan distrik di provinsi tersebut, untuk memfasilitasi serta menerima dan memproses catatan tanah secara efektif, Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup telah mengarahkan Kantor Pendaftaran Tanah Provinsi untuk secara proaktif berkoordinasi dengan cabang-cabang kantor pendaftaran dan Komite Rakyat setempat untuk mengatur personel, infrastruktur teknis, dan menstandardisasi prosedur pelaksanaan.
Sebelumnya, dengan pencatatan pertanahan, tingkat komune dan kelurahan hanya memeriksa asal usul penggunaan lahan dan menginstruksikan masyarakat untuk menyerahkannya ke tingkat distrik. Kini, kewenangan komune dan kelurahan telah diperluas, termasuk penerbitan buku merah untuk pertama kalinya. Dalam waktu 5 hari setelah menerima catatan, petugas pertanahan akan mengukur peta dan mengirimkannya ke departemen ekonomi komune dan kelurahan, kemudian meminta kantor pengelolaan pertanahan untuk melanjutkan pemrosesan. Total waktu untuk mengembalikan hasil sesuai peraturan adalah 17 hari kerja.
Saat ini, Komite Rakyat di tingkat komune diizinkan untuk melaksanakan 14 prosedur terkait sektor pertanahan. Banyak dari prosedur ini sebelumnya berada di bawah wewenang tingkat distrik, seperti: Penerbitan buku merah pertama; pendaftaran perubahan; penerbitan dan perubahan buku merah; pemisahan dan penggabungan bidang tanah; perubahan peruntukan lahan... Kini, prosedur-prosedur ini diterima dan diselesaikan langsung di tingkat komune dan kelurahan, sehingga masyarakat tidak perlu bepergian jauh. |
Berdasarkan penilaian, proses penerimaan dan penanganan catatan tanah di tingkat komune pada hari-hari pertama penerapan model pemerintahan daerah dua tingkat berjalan lancar. Untuk melayani masyarakat dengan lebih baik, seluruh 99 komune dan kelurahan di provinsi tersebut telah mendirikan pusat layanan administrasi publik di lokasi yang strategis, melengkapi mereka dengan lebih banyak komputer, meningkatkan kualitas staf pegawai negeri sipil, dan melatih mereka dalam keterampilan profesional serta keterampilan menerima warga. Bersamaan dengan itu, mereka juga berkoordinasi dengan unit telekomunikasi untuk mengoperasikan perangkat lunak administrasi elektronik secara stabil, memberikan dukungan teknis, dan siap siaga dalam menangani situasi yang muncul.
Berdasarkan catatan, terdapat permasalahan seperti kader, pegawai negeri sipil, dan pimpinan di banyak kecamatan yang tidak memiliki akun untuk memproses dokumen yang diserahkan melalui sistem perangkat lunak VBDLIS milik Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup, sehingga tidak dapat memproses dokumen yang diserahkan. Oleh karena itu, beberapa kecamatan terpaksa menulis surat permohonan maaf kepada warga yang telah menyerahkan dokumen di pusat layanan administrasi publik dan menangguhkan sementara dokumen tersebut hingga perangkat lunak baru terhubung. Sementara itu, Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup telah mengajukan permohonan untuk memberikan akun dan hak kepada pimpinan dan staf profesional kecamatan untuk menangani prosedur administrasi di bidang pertanahan. Selain itu, belum adanya penetapan biaya dan batas waktu pelaksanaan prosedur yang tidak tepat... juga menimbulkan kesulitan yang perlu diselesaikan lebih lanjut di masa mendatang.
Menurut banyak orang, penambahan prosedur administratif di pusat layanan administrasi publik tingkat kecamatan, terutama prosedur penerbitan buku merah pertama, membantu mempersingkat waktu, mengurangi prosedur, dan sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi transaksi pertanahan. Hal ini merupakan bukti nyata dari kebijakan penataan aparatur untuk melayani masyarakat secara lebih efektif.
Sumber: https://baobacninhtv.vn/tiep-nhan-xu-ly-ho-so-dat-dai-tai-cap-xa-thu-tuc-nhanh-gon-thuan-tien-postid423372.bbg
Komentar (0)