Kementerian Pendidikan dan Pelatihan baru saja mengeluarkan dokumen yang memberikan panduan tentang perekrutan dan penggunaan guru setelah menerapkan model pemerintahan daerah dua tingkat.
Terkait dengan pelaksanaan zonasi perhitungan kuota guru sesuai ketentuan Pasal 1 Pasal 3 Surat Edaran Nomor 20/2023/TT-BGDDT pasca-penggabungan satuan pendidikan tingkat kecamatan, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mencatat: lembaga pendidikan di kecamatan dan kelurahan pasca-penggabungan tetap menerapkan metode perhitungan kuota guru per wilayah sebagaimana sebelum adanya pengaturan hingga ada instruksi baru.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menginstruksikan untuk melanjutkan perhitungan kuota guru berdasarkan wilayah seperti sebelum adanya pengaturan aparatur.
FOTO: BN
Mengenai pelaksanaan kuota siswa/kelas pada sekolah dasar dan menengah, dalam hal jumlah siswa/kelas harus lebih rendah atau lebih tinggi dari rata-rata jumlah siswa/kelas yang ditetapkan daerah, maka jumlah kuota siswa/kelas ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi sesuai dengan kenyataan.
Terkait dengan proses pelaksanaan, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mewajibkan agar berdasarkan kondisi yang ada (sarana, tenaga kependidikan, dan sebagainya), kepala lembaga pendidikan melakukan perhitungan dan mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat kecamatan mengenai jumlah peserta didik per kelas; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat kecamatan membahas dan melaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Pelatihan agar Dinas Pendidikan dan Pelatihan dapat menyampaikan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat Provinsi peraturan khusus mengenai jumlah peserta didik yang kurang dari atau melebihi batas maksimal yang ditentukan sesuai dengan keadaan nyata masing-masing lembaga pendidikan di daerahnya untuk menyelesaikan hal-hal khusus yang timbul selama pelaksanaan Surat Edaran Nomor 20.
Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2023 yang diterbitkan Menteri Pendidikan dan Pelatihan memberikan arahan tentang jabatan fungsional, susunan kepegawaian berdasarkan jabatan fungsional, dan kuota jumlah tenaga kerja pada lembaga pendidikan umum dan sekolah negeri khusus yang dibagi dalam 3 wilayah untuk menghitung kuota guru.
Secara spesifik, dalam Pasal 3 Surat Edaran tersebut, pengaturan mengenai pembagian wilayah untuk perhitungan kuota guru adalah sebagai berikut:
Wilayah 1 : Komune di wilayah II dan wilayah III menurut peraturan saat ini di daerah etnis minoritas dan pegunungan; komune dengan kesulitan khusus di daerah pesisir; komune dengan kesulitan sosial ekonomi khusus; komune kepulauan, komune perbatasan, dan komune zona aman menurut peraturan Pemerintah;
Wilayah 2 : Komune di wilayah I (kecuali distrik dan kota) menurut peraturan saat ini tergolong daerah etnis minoritas dan pegunungan;
Wilayah 3 : Bangsal dan kota di wilayah I menurut peraturan saat ini di daerah etnis minoritas dan daerah pegunungan serta komune, bangsal, dan kota yang tersisa.
Jumlah peserta didik/kelas menurut wilayah sebagai dasar penetapan atau pengesahan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan pada lembaga pendidikan umum adalah sebagai berikut:
Wilayah 1: Rata-rata 25 siswa/kelas untuk sekolah dasar; rata-rata 35 siswa/kelas untuk sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas; Wilayah 2: Rata-rata 30 siswa/kelas untuk sekolah dasar; rata-rata 40 siswa/kelas untuk sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas; Wilayah 3: Rata-rata 35 siswa/kelas untuk sekolah dasar; rata-rata 45 siswa/kelas untuk sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas;
Pada saat dikeluarkannya surat edaran tersebut, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mewajibkan agar jumlah peserta didik per kelas ditetapkan secara khusus untuk setiap lembaga pendidikan, bukan ditetapkan oleh unit administratif di tingkat kecamatan, kabupaten, atau provinsi.
Berdasarkan peraturan pembagian wilayah, Komite Rakyat Provinsi mengarahkan badan-badan khusus untuk menentukan unit-unit setingkat komune di setiap wilayah sebagai dasar penghitungan kuota guru bagi lembaga pendidikan umum.
Dokumen panduan dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan dan mempersiapkan staf untuk tahun ajaran baru.
Source: https://thanhnien.vn/tiep-tuc-tinh-dinh-muc-giao-vien-theo-vung-nhu-truoc-khi-sap-xep-185250819092507314.htm
Komentar (0)