15:10, 14/12/2023
Pada pagi hari tanggal 14 Desember, di Hanoi, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan konferensi daring nasional untuk merangkum 10 tahun pelaksanaan Resolusi No. 29-NQ/TW, tertanggal 4 November 2013, dari Komite Sentral Partai ke-11 "Tentang inovasi fundamental dan komprehensif dalam pendidikan dan pelatihan, memenuhi persyaratan industrialisasi dan modernisasi dalam konteks ekonomi pasar berorientasi sosialis dan integrasi internasional" (Resolusi No. 29-NQ/TW).
Yang hadir di titik jembatan pusat adalah anggota Komite Sentral Partai: Lai Xuan Mon, Wakil Kepala Departemen Propaganda Pusat; Nguyen Dac Vinh, Ketua Komite Kebudayaan dan Pendidikan Majelis Nasional; Nguyen Kim Son, Sekretaris Komite Partai, Menteri Pendidikan dan Pelatihan.
Yang hadir dan memimpin di titik jembatan provinsi Dak Lak adalah Wakil Sekretaris Tetap Komite Partai Provinsi Pham Minh Tan, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi H'Yim Kđoh; Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan Pham Dang Khoa.
Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son menyampaikan pidato pembukaan konferensi tersebut. (Foto: Surat Kabar Education and Times). |
Pada konferensi tersebut, Wakil Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Van Phuc menyampaikan laporan singkat mengenai hasil 10 tahun implementasi Resolusi No. 29-NQ/TW. Setelah 10 tahun implementasi Resolusi 29-NQ/TW, pendidikan dan pelatihan di negara kita telah mencapai kemajuan pesat dan meraih banyak prestasi penting. Skala dan jaringan lembaga pendidikan dan pelatihan telah berkembang pesat, memenuhi beragam kebutuhan belajar masyarakat dengan lebih baik. Saat ini, negara ini memiliki 15.334 lembaga pendidikan prasekolah; 25.467 lembaga pendidikan umum; 1.888 lembaga pendidikan vokasi; 242 lembaga pendidikan tinggi; dan 18.557 pusat pendidikan berkelanjutan.
Hingga kini, seluruh negeri telah menyelesaikan tujuan universalisasi pendidikan prasekolah untuk anak usia 5 tahun; hasil universalisasi pendidikan dasar dan universalisasi pendidikan menengah pertama telah dipertahankan dengan kokoh; skala dan kualitas pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi telah meningkat, pada dasarnya memenuhi persyaratan pasar tenaga kerja untuk sumber daya manusia; bentuk dan isi pendidikan berkelanjutan menjadi semakin beragam, lebih memenuhi kebutuhan belajar sepanjang hayat masyarakat; kualitas pendidikan di semua tingkat dan jenjang pelatihan telah membuat banyak kemajuan.
Delegasi yang menghadiri konferensi di jembatan provinsi Dak Lak. |
Manajemen pendidikan dan administrasi sekolah telah berubah secara positif ke arah mendorong desentralisasi, memberikan otonomi kepada lembaga pendidikan dalam mengembangkan rencana pengajaran; berinovasi dalam metode pengajaran untuk meningkatkan kepositifan, inisiatif, dan kreativitas mahasiswa; serta mendorong otonomi universitas. Tim pengajar dan manajer pendidikan dasar telah distandarisasi; fasilitas dan peralatan pengajaran telah ditingkatkan; transformasi digital telah diimplementasikan secara aktif di seluruh sektor pendidikan; dan berbagai hasil penting telah dicapai dalam sosialisasi pendidikan.
Di samping hasil-hasil utama yang telah dicapai, setelah 10 tahun pelaksanaan Resolusi No. 29-NQ/TW, masih terdapat kekurangan-kekurangan dan keterbatasan-keterbatasan yang memerlukan upaya bersama dari seluruh sistem politik untuk segera mengatasinya.
Dalam rangka konferensi tersebut, para delegasi membahas dan menganalisis lebih mendalam hasil yang dicapai serta kesulitan dan kekurangannya; sekaligus mengemukakan usulan dan rekomendasi solusi efektif untuk melaksanakan Resolusi No. 29-NQ/TW pada periode berikutnya.
Menutup konferensi, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son menegaskan pentingnya Resolusi No. 29-NQ/TW dalam membuka jalan bagi inovasi pendidikan, yang menunjukkan visi pembangunan berkelanjutan dan jangka panjang negara. Melalui konferensi yang merangkum 10 tahun implementasi Resolusi 29-NQ/TW ini, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan berharap dapat bekerja sama dengan kementerian, cabang, dan daerah untuk mengidentifikasi secara objektif, menyeluruh, dan mendalam kondisi pendidikan nasional dalam 10 tahun. Atas dasar tersebut, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengusulkan tugas dan solusi kepada Politbiro untuk melanjutkan inovasi yang fundamental dan komprehensif serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan guna memenuhi kebutuhan dan tugas di era baru negara ini.
Menteri menekankan perlunya keteguhan dan konsistensi terhadap arah inovasi; sekaligus menganalisis kesulitan dan tantangan dalam konteks baru, sehingga dalam Kesimpulan Politbiro diusulkan sejumlah hal untuk meningkatkan adaptasi, penanganan, dan penanggulangan tantangan. Menteri juga mengemukakan sejumlah poin yang perlu dicantumkan dalam draf Kesimpulan Politbiro, yang berkisar pada tiga isu utama: kesadaran, kelembagaan, dan sumber daya.
Ajaib
Sumber
Komentar (0)