Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengumumkan pada tanggal 27 Desember bahwa negara itu akan membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan umum dini pada tanggal 23 Februari 2025.
"Terutama di masa-masa sulit seperti ini, dibutuhkan pemerintahan yang mampu bertindak dan mendapatkan kepercayaan parlemen untuk menjaga stabilitas. Itulah sebabnya pemilihan umum dini adalah keputusan yang tepat bagi Jerman," ujar Presiden Steinmeier dalam pidatonya pada 27 Desember, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Tn. Steinmeier juga menyerukan pemilihan umum yang adil dan transparan, dan mencatat adanya ancaman dari kekuatan eksternal yang dapat memengaruhi pemilihan umum.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berpidato pada tanggal 27 Desember
Para pejabat Berlin mulai mempertimbangkan rencana pemilihan umum dini setelah Kanselir Jerman Olaf Scholz kalah dalam mosi tidak percaya yang diajukannya di parlemen pada 16 Desember. Hal ini mengakibatkan Scholz kehilangan jabatannya dan kini memimpin pemerintahan sementara hingga kabinet baru terbentuk.
Badai menghantam pemerintahan Tn. Scholz setelah Partai Demokrat Bebas (FDP) yang dipimpin mantan Menteri Keuangan Christian Lindner menarik diri dari koalisi yang berkuasa karena perselisihan mengenai kebijakan ekonomi, yang menyebabkan faksi Tn. Scholz tidak lagi memegang mayoritas di parlemen.
Jajak pendapat menunjukkan Friedrich Merz, pemimpin Uni Demokratik Kristen (CDU), yang konservatif, sebagai favorit untuk menggantikan Kanselir Scholz. CDU yang konservatif juga unggul atas Partai Sosial Demokrat (SPD) pimpinan Scholz dengan selisih lebih dari 10 poin persentase dalam banyak jajak pendapat. Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) juga sedikit di atas SPD, sementara Partai Hijau berada di posisi keempat.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/tong-thong-duc-giai-tan-quoc-hoi-an-dinh-ngay-bau-cu-som-185241227200046604.htm
Komentar (0)