Yunani telah berulang kali meminta British Museum di London untuk mengembalikan secara permanen patung-patung dari abad ke-5 SM, yang secara kolektif dikenal sebagai "Marmer Parthenon" atau "Patung Parthenon". Seorang diplomat Inggris, Earl Elgin, mengambilnya dari Parthenon dan Akropolis di Athena pada awal abad ke-19, saat ia menjabat sebagai duta besar untuk Kesultanan Utsmaniyah.
"Saya menyatakan ketidaksenangan saya karena Perdana Menteri Inggris telah membatalkan pertemuan kami hanya beberapa jam sebelum jadwalnya," kata Perdana Menteri Mitsotakis dalam sebuah pernyataan, mengutip Reuters.
Pandangan Yunani tentang masalah patung Parthenon sudah dikenal luas. Saya berharap mendapat kesempatan untuk membahasnya dengan rekan saya dari Inggris. Siapa pun yang meyakini kebenaran dan keadilan pandangannya tidak boleh takut menghadapi kontroversi," ujarnya.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dalam wawancara dengan BBC pada tanggal 26 November.
Pemerintah Yunani sedang berunding dengan ketua British Museum George Osborne mengenai kesepakatan pinjaman untuk patung-patung tersebut, yang telah menjadi sumber perselisihan antara kedua negara selama berabad-abad.
Dalam wawancara dengan BBC pada tanggal 26 November, Tn. Mitsotakis mengeluh bahwa negosiasi mengenai kemungkinan pengembalian patung-patung tersebut ke Athena tidak berjalan secepat yang diharapkan.
Ia mengatakan keberadaan patung-patung itu di British Museum bagaikan membelah "Mona Lisa" menjadi dua bagian, dan masalahnya bukan pada kepemilikan melainkan pada "penyatuan kembali".
Seorang pejabat pemerintah Inggris mengatakan perselisihan mengenai barang antik membuat pertemuan antara kedua perdana menteri menjadi tidak pantas. Sebelumnya, juru bicara Perdana Menteri Sunak mengatakan tidak ada rencana untuk mengembalikan patung-patung Yunani kuno tersebut.
Ketika ditanya tentang pernyataan Bapak Mitsotakis, Downing Street Nomor 10 mengatakan hubungan antara Inggris dan Yunani "sangat penting" dan kedua negara perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan global seperti migrasi ilegal.
Kantor Tn. Sunak mengatakan Wakil Perdana Menteri Inggris Oliver Dowden siap bertemu Tn. Mitsotakis untuk membahas masalah tersebut.
'Biarkan dia pulang': Pulau Paskah ingin Inggris mengembalikan berhala yang disita pada masa kolonial
Pemerintah Inggris selalu membantah telah melepaskan kepemilikan atas patung-patung tersebut, yang mencakup sekitar setengah dari dekorasi Parthenon sepanjang 160 meter, dengan mengatakan bahwa patung-patung itu diperoleh secara legal.
Sebuah undang-undang melarang British Museum mengambil benda-benda dari koleksinya kecuali dalam keadaan tertentu, tetapi tidak melarang peminjaman.
Pertemuan antara Bapak Mitsotakis dan pemimpin oposisi Keir Starmer berlangsung sesuai rencana pada 27 November. Financial Times melaporkan pekan lalu bahwa Bapak Starmer tidak akan menghalangi kesepakatan pinjaman yang "dapat diterima bersama" untuk patung-patung tersebut.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)