Iklan murah menjebak orang sakit
Dalam konferensi internasional "Tren masa depan industri reproduksi berbantuan - Memperluas jaringan kerja sama profesional IVF", para pakar dari dalam dan luar negeri berdiskusi dengan antusias tentang kerja sama internasional, tantangan dalam kebijakan, teknologi, sumber daya manusia, dan potensi menjadikan Vietnam tujuan utama fertilisasi in vitro (IVF) di Asia Tenggara.
Berbicara kepada para wartawan di sela-sela konferensi yang diselenggarakan di Hanoi, Profesor Nguyen Viet Tien, mantan Wakil Menteri Kesehatan , mengemukakan bahwa industri pendukung reproduksi di Vietnam menghadapi banyak kendala. Pertama, kurangnya keseragaman akses terhadap layanan bayi tabung menyulitkan semua orang untuk menggunakan metode ini. Biaya perawatan yang tinggi, seringkali berkisar antara 30-40 juta VND untuk pengobatan saja, juga menjadi beban finansial bagi banyak keluarga infertil.
Yang lebih mengkhawatirkan, Profesor Tien memperingatkan tentang iklan daring yang menyesatkan, seperti tawaran "IVF murah hanya dengan sepuluh juta VND." Menurutnya, iklan-iklan ini tidak realistis dan dapat membahayakan pasien secara finansial atau berujung pada fasilitas medis yang tidak tepercaya.
"Biaya IVF sebenarnya tidak murah, terutama obat stimulasi ovarium. Pasien perlu waspada agar tidak terjebak dalam perangkap finansial ini," ujar Bapak Tien.

Masalah serius lainnya adalah penggunaan IVF yang berlebihan. Banyak pasangan yang mengalami kesulitan hamil langsung disarankan untuk menjalani IVF tanpa pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan penyebab infertilitas.
Profesor Tien bercerita bahwa ia telah menemui banyak kasus yang tidak menguntungkan, seperti pasien dengan fibroid rahim tetapi embrionya tetap tertanam, yang menyebabkan komplikasi berbahaya seperti pertumbuhan kista atau kegagalan IVF. Bahkan ada kasus di mana hanya diperlukan operasi pembersihan tuba falopi untuk hamil secara alami, tetapi dokter tetap terburu-buru meresepkan IVF.
IVF bukanlah sebuah keajaiban
Selain itu, ketidaksabaran pasangan, ditambah dengan meningkatnya tren keluarga kaya yang beralih ke IVF untuk "mencari" anak pilihan mereka, telah berkontribusi pada meningkatnya penyalahgunaan metode ini. Bapak Tien prihatin dengan maraknya iklan-iklan besar yang menyebut IVF sebagai "keajaiban" yang menyebabkan banyak orang salah memahami hakikat teknik ini.
Menurut Profesor Tien, IVF merupakan proses yang rumit, memerlukan banyak prosedur seperti anestesi, pengambilan sel telur, stimulasi sel telur, transfer embrio, dan memiliki banyak potensi risiko.

Jika tidak diindikasikan dengan tepat, pasien dapat menghadapi komplikasi serius seperti sindrom hiperstimulasi ovarium, yang menyebabkan asites, efusi pleura, efusi perikardial, gagal ginjal, dan bahkan emboli.
Selain itu, wanita yang hamil melalui IVF juga memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi, diabetes, preeklamsia, operasi caesar atau melahirkan bayi yang lebih besar daripada mereka yang hamil secara alami.
Puncak konferensi adalah konsep IVF yang dipersonalisasi sebagai langkah maju baru dalam bidang reproduksi berbantuan. Alih-alih menerapkan protokol umum untuk semua pasien, IVF yang dipersonalisasi "disesuaikan" untuk setiap orang, berdasarkan karakteristik biologis, kondisi fisik, dan riwayat medis. Para ahli mengatakan bahwa metode ini tidak hanya meningkatkan tingkat keberhasilan tetapi juga meminimalkan risiko, sekaligus membantu pasien menghemat biaya dan mengurangi tekanan psikologis.
Banyak bukti klinis yang dipresentasikan di konferensi tersebut menunjukkan bahwa IVF yang dipersonalisasi, probiotik, dan ramuan obat, jika diteliti dengan benar, akan menjadi "bagian" penting dalam gambaran komprehensif pengobatan reproduksi, yang akan menghasilkan hasil positif, terutama bagi pasien yang telah berkali-kali gagal dengan pengobatan tradisional.
Agar Vietnam menjadi pusat IVF regional, sektor kesehatan perlu mengatasi tantangan biaya, meningkatkan kualitas layanan, dan mengontrol resep dengan ketat. Di saat yang sama, mendorong kerja sama internasional dan menerapkan kemajuan seperti IVF yang dipersonalisasi akan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan reputasi bidang ini, serta membuka kesempatan menjadi orang tua bagi lebih banyak orang.
Sumber: https://baolaocai.vn/trao-luu-san-con-nhu-y-lam-dung-thu-tinh-nhan-tao-post880741.html
Komentar (0)