Hilang ingatan akibat penurunan kognitif dapat disebabkan oleh perubahan di otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer stadium awal.
Gangguan Kognitif Ringan (MCI) adalah tahap awal demensia atau gangguan kognitif lainnya seperti kemampuan berpikir, keterampilan berbahasa, dan tingkat konsentrasi, tetapi biasanya tidak parah.
Menurut Asosiasi Alzheimer Amerika, pada beberapa orang, gejala MCI mungkin disebabkan oleh penyakit Alzheimer stadium awal atau kondisi demensia lainnya (penurunan kognitif progresif dengan gangguan fungsi).
Salah satu ciri MCI (Mild Cognitive Impairment) adalah kelupaan, yang seringkali bukan disebabkan oleh penuaan. Ketidakpedulian atau kesulitan berpikir lebih dari biasanya juga bisa menjadi tanda peringatan kondisi ini. Gejala umum lainnya termasuk kehilangan barang; mengajukan pertanyaan berulang; dan tidak mampu mengikuti alur cerita dalam buku, acara TV, film, atau percakapan.
Gejala MCI dapat berkembang menjadi demensia seiring waktu. Secara spesifik, ini termasuk kehilangan barang lebih sering, melupakan peristiwa penting dalam hidup atau orang yang dicintai, kesulitan berkomunikasi, kesulitan membaca dan menulis, serta tersesat di tempat yang sudah dikenal.
Namun, tidak semua orang dengan MCI akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan mengembangkan penyakit Alzheimer atau jenis demensia lainnya. Menurut National Institute on Aging, 10-20% orang berusia 65 tahun ke atas dengan kondisi ini mengembangkan demensia. Dalam banyak kasus, gejalanya tidak memburuk atau bahkan membaik.
Orang lanjut usia lebih mungkin mengalami penurunan kognitif ringan, dan risiko ini lebih tinggi jika mereka membawa varian genetik yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Angka ini hampir 7% pada mereka yang berusia 60-64 tahun ke atas, meningkat menjadi hampir 15% untuk mereka yang berusia 75-79 tahun dan sekitar 25% untuk mereka yang berusia 80-84 tahun.
Orang lanjut usia memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih tinggi. Foto: Freepik
Risiko penurunan kognitif ringan mungkin lebih tinggi pada orang dengan diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, serta depresi. Faktor lain yang mungkin berperan dalam perkembangan penurunan kognitif ringan meliputi gangguan tidur, kurangnya aktivitas fisik, dan partisipasi terbatas dalam kegiatan sosial. Orang dengan riwayat keluarga penyakit Alzheimer atau jenis demensia lainnya juga memiliki peningkatan risiko penurunan kognitif.
Konsumsi alkohol tidak secara jelas meningkatkan risiko terkena MCI (Mild Cognitive Impairment). Namun, orang dengan MCI yang mengonsumsi lebih banyak alkohol lebih cenderung mengalami penurunan kognitif yang lebih parah. Universitas Washington dan beberapa institusi lain melacak lebih dari 3.000 orang berusia 72 tahun ke atas selama enam tahun. Hasil yang dipublikasikan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa orang dengan MCI yang mengonsumsi lebih dari 14 minuman per minggu memiliki risiko 72% lebih tinggi terkena demensia dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu minuman per minggu.
Gaya hidup sehat dapat membantu memperlambat penurunan kognitif pada penderita MCI, seperti olahraga teratur, mengonsumsi banyak buah dan sayuran segar, membatasi lemak tidak sehat, mengonsumsi suplemen asam lemak omega-3 dari ikan berlemak dan kacang-kacangan, serta menghindari alkohol.
Aktivitas yang baik untuk otak meliputi membaca dan mengerjakan latihan melatih daya ingat. Berpartisipasi secara teratur dalam kegiatan sosial juga mengurangi kemungkinan penurunan kognitif.
Mai Cat (Menurut Everyday Health )
| Pembaca dapat mengajukan pertanyaan tentang gangguan neurologis di sini agar dijawab oleh dokter. |
Tautan sumber






Komentar (0)