(CLO) Polisi Israel telah menangkap Eliezer Feldstein, seorang pembantu dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, atas tuduhan membocorkan informasi rahasia ke media asing.
Investigasi difokuskan pada tuduhan bahwa Kantor Perdana Menteri Israel memberi tahu media asing bahwa Hamas berencana menyelundupkan sandera keluar dari Gaza melalui perbatasan Mesir, untuk menekan Netanyahu dalam perundingan gencatan senjata dan pertukaran sandera.
Feldstein, yang telah diidentifikasi oleh politisi oposisi sebagai ajudan Netanyahu, termasuk di antara mereka yang diperiksa karena membocorkan "intelijen sensitif".
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: CNN
Namun, juru bicara Netanyahu membantah adanya kebocoran dari Kantor Perdana Menteri, dengan mengatakan "orang yang bersangkutan tidak pernah menghadiri pertemuan keamanan," merujuk pada Feldstein. Kantor tersebut juga membantah bahwa kebocoran tersebut berdampak pada negosiasi dengan Hamas.
Pemimpin oposisi Yair Lapid menuduh Kantor Perdana Menteri Israel membocorkan "dokumen rahasia palsu" untuk menggagalkan pertukaran sandera. Keluarga sandera Gaza juga menuduh Netanyahu berulang kali memblokir kesepakatan dengan Hamas, dengan alasan bahwa mengakhiri perang Gaza akan memaksanya untuk mengadakan pemilu.
Pemimpin oposisi Yair Lapid dan Benny Gantz, yang sebelumnya mengundurkan diri dari kabinet masa perang Netanyahu, mengecam kebocoran tersebut sebagai kegagalan pemerintah. Mereka menyerukan penyelidikan untuk mengetahui apakah kebocoran tersebut merupakan taktik politik Netanyahu untuk keuntungan pribadi.
Cao Phong (menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/tro-ly-cua-thu-tuong-israel-bi-bat-voi-cao-buoc-lam-ro-ri-thong-tin-tinh-bao-post320023.html
Komentar (0)