Setelah jeda, Man Utd menjalani tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan di Liga Primer. Namun, performa pelatih Erik ten Hag dan timnya tidak terlalu buruk. Para penggemar "Setan Merah" dapat melihat sisi positif dari tiga pertandingan yang disesalkan dengan kekalahan tersebut.
Man Utd bermain imbang dengan Brentford, kalah dari Chelsea, dan imbang dengan Liverpool dalam skenario yang sama. Mereka sempat kesulitan di awal pertandingan, bermain lebih baik dan sempat unggul, tetapi kebobolan satu gol di akhir pertandingan. Daya tahan Man Utd kurang baik, sebagian karena masalah skuad mereka.
Man Utd belum menang dalam 3 pertandingan terakhirnya.
Pelatih Erik ten Hag masih harus puas dengan skuad yang tidak seragam. Sebelum pertandingan melawan Bournemouth, daftar cedera tim tandang meliputi Marcus Rashford, Jonny Evans, Raphael Varane, Scott McTominay, Anthony Martial, Tyrell Malacia, Lisandro Martinez, Victor Lindelof, dan Luke Shaw.
Skuad yang tipis membuat Man Utd tidak memiliki banyak pilihan pengganti yang baik dalam pertandingan tersebut. Hal ini membuat "Setan Merah" kesulitan mempertahankan efisiensi dan tempo permainan sepanjang pertandingan. Tentu saja, hal ini diiringi dengan hilangnya semangat ketika posisi-posisi penting mulai terkuras di menit-menit akhir.
Laga tandang di pekan ke-33 menjanjikan tantangan berat bagi Man Utd. Bournemouth sedang dalam performa yang sangat baik, memenangkan 4 dari 6 pertandingan terakhir. Tim asuhan pelatih Andoni Iraola ini tak terkalahkan dalam 4 pertandingan kandang berturut-turut (menang 3 pertandingan, seri 1 pertandingan).
Sejak November 2023, hanya dua tim tandang yang menang di markas Bournemouth, Liverpool dan Man City. Di leg pertama, Bournemouth mengalahkan Man Utd di Old Trafford. Serangan balik cepat yang dilancarkan Dominic Solanke—yang saat ini berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak dengan 16 gol—adalah "senjata" berbahaya yang digunakan Bournemouth untuk menghadapi Man Utd.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)