Artikel di bawah ini akan memberikan informasi rinci tentang kasus dipaksanya beralih ke formulir buku merah baru mulai 1 Januari 2025.
Jika harus mengubah ke formulir buku merah baru mulai 1 Januari 2025. |
1. Apakah buku merah baru telah diterbitkan sejak 1 Agustus 2024?
Sesuai dengan Pasal 43 Ayat (2) Huruf a Surat Edaran Nomor 10/2024/TT-BTNMT, berlakunya Surat Edaran Nomor 23/2014/TT-BTNMT, yang mengatur mengenai sertifikat hak atas tanah, hak milik atas rumah dan benda lain yang melekat pada tanah sebagai berikut:
a) Surat Edaran Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Nomor 23/2014/TT-BTNMT tanggal 19 Mei 2014 yang mengatur tentang Sertifikat Hak Guna Usaha atas Tanah, Sertifikat Hak Milik Rumah dan Sertifikat Hak Atas Tanah lainnya, kecuali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Surat Edaran Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Nomor 23/2014/TT-BTNMT yang masa berlakunya mulai tanggal 1 Januari 2025; |
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa meskipun Surat Edaran 23/2014/TT-BTNMT telah resmi berakhir masa berlakunya per 1 Agustus 2024, namun ketentuan mengenai formulir sertifikat akan tetap berlaku hingga 1 Januari 2025.
Selain itu, peraturan peralihan dalam Surat Edaran 10/2024/TT-BTNMT juga secara tegas menyatakan bahwa formulir Sertifikat lama akan tetap berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2024.
Dengan demikian, model buku merah baru belum diterbitkan sejak 1 Agustus 2024. Namun, mulai 1 Januari 2025, saat melaksanakan prosedur penerbitan baru, penukaran, dan penerbitan kembali buku merah, masyarakat akan diberikan sertifikat sesuai model baru yang diterapkan sesuai Surat Edaran 10/2024/TT-BTNMTT.
Catatan:
Pasal 256 ayat 3 Undang-Undang Pertanahan Tahun 2024 menyebutkan bahwa sertifikat hak guna usaha atas tanah (yang lazim disebut buku merah), sertifikat hak milik rumah dan hak guna usaha atas tanah, sertifikat hak milik rumah, sertifikat hak guna usaha atas tanah, sertifikat hak guna usaha atas tanah, sertifikat hak milik rumah dan hak milik atas tanah lainnya (yang lazim disebut buku merah muda) yang telah diberikan sesuai dengan ketentuan undang-undang pertanahan, undang-undang perumahan, dan undang-undang konstruksi sebelum tanggal 1 Agustus 2024, tetap sah menurut hukum dan tidak perlu diubah menjadi sertifikat hak guna usaha atas tanah dan hak milik atas tanah. Apabila diperlukan, dapat diubah menjadi sertifikat hak guna usaha atas tanah dan hak milik atas tanah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pertanahan Tahun 2024.
2. Kasus-kasus yang memerlukan perubahan ke formulir buku merah baru mulai 1 Januari 2025
Sesuai dengan Pasal 1, Pasal 38 Keputusan 101/2024/ND-CP, kasus penerbitan kembali sertifikat yang telah diterbitkan (buku merah) meliputi:
(1) Sertifikat yang diterbitkan bernoda, kabur, robek atau rusak;
(2) Sertifikat tanah yang diterbitkan untuk banyak bidang tanah, diterbitkan secara terpisah untuk setiap bidang tanah sesuai dengan kebutuhan pengguna tanah dan dalam hal penerbitan kembali sertifikat hak atas tanah dan hak milik atas aset yang melekat pada tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 Ayat 7 Keputusan Presiden Nomor 101/2024/M-DAK-PER/2024;
(3) Peruntukan penggunaan tanah yang tercantum dalam sertifikat yang diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan pada saat pemberian Sertifikat yang diberikan, berbeda dengan peruntukan penggunaan tanah menurut klasifikasi tanah yang ditentukan dalam Pasal 9 Undang-Undang Pertanahan Tahun 2024 dan ketentuan Peraturan Pemerintah yang mengatur pelaksanaan sejumlah pasal Undang-Undang Pertanahan Tahun 2024;
(4) Letak bidang tanah pada Sertifikat yang diterbitkan tidak tepat jika dibandingkan dengan letak penggunaan tanah yang sebenarnya pada saat Sertifikat diterbitkan;
(5) Hak guna usaha dan hak milik atas tanah yang melekat pada tanah tersebut merupakan hak milik bersama antara suami dan istri, tetapi sertifikat yang diterbitkan hanya mencantumkan nama lengkap istri atau suami. Saat ini, terdapat permohonan untuk menerbitkan kembali hak guna usaha dan hak milik atas tanah yang melekat pada tanah tersebut agar dapat mencantumkan nama lengkap istri dan nama lengkap suami;
(6) Sertifikat yang diterbitkan mencatat nama rumah tangga. Selanjutnya, anggota rumah tangga yang memiliki hak guna tanah yang sama dengan rumah tangga tersebut meminta penerbitan sertifikat hak guna tanah dan kepemilikan aset yang baru untuk mencatat nama lengkap anggota rumah tangga yang memiliki hak guna tanah tersebut.
(7) Mengubah alamat bidang tanah yang telah disertifikatkan;
(8) Perubahan dimensi batas, luas, dan nomor-nomor bidang tanah akibat pemetaan kadaster dan pengukuran kadaster bidang-bidang tanah tanpa mengubah batas-batas bidang-bidang tanah.
Selain itu, apabila pengguna tanah ingin mengubah sertifikat yang diterbitkan sebelum tanggal 1 Agustus 2024 menjadi Sertifikat Hak Guna Usaha dan Hak Milik atas Aset yang melekat pada tanah, maka perubahan tersebut juga akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. Seperti apa model buku merah yang baru?
Formulir buku merah/buku merah muda yang baru akan mengikuti formulir dalam Surat Edaran 10/2024/TT-BTNMT. Secara spesifik:
Sertifikat hak guna tanah dan kepemilikan aset yang melekat pada tanah (umumnya dikenal sebagai buku merah/buku merah jambu) akan terdiri dari satu (01) lembar dengan dua (02) halaman, dicetak dengan pola drum perunggu, teratai merah jambu, berukuran 210 mm x 297 mm, yang berisi Lambang Negara, Nama Negara, kata-kata "Sertifikat hak guna tanah dan kepemilikan aset yang melekat pada tanah", nomor penerbitan Sertifikat (nomor seri) yang terdiri dari 02 huruf Vietnam dan 08 digit, kata-kata "Informasi terperinci ditunjukkan dalam kode QR", nomor yang dimasukkan dalam buku penerbitan Sertifikat dan catatan untuk orang yang diberikan Sertifikat (disebut blanko Sertifikat).
Formulir buku merah/buku merah muda baru mulai 1 Agustus 2024. |
Bentuk sertifikat hak guna tanah dan hak milik atas tanah yang melekat pada tanah memperlihatkan isi sebagai berikut:
- Halaman 1 meliputi: Lambang Negara, Nama Negara; tulisan "Sertifikat Hak Guna Usaha, Kepemilikan Aset yang Berikat dengan Tanah" berwarna merah; Kode QR; Kode Sertifikat; bagian "1. Pengguna Tanah, Pemilik Aset yang Berikat dengan Tanah:"; bagian "Informasi Persil Tanah:"; bagian "3. Informasi Aset yang Berikat dengan Tanah:"; nama tempat, tanggal penandatanganan Sertifikat, dan instansi yang menandatangani Sertifikat; Nomor Penerbitan Sertifikat (nomor seri); tulisan "Informasi detail tertera pada Kode QR";
- Halaman 2 memuat: bagian “4. Diagram bidang tanah, aset yang melekat pada tanah:”; bagian “5. Catatan:”; bagian “6. Perubahan setelah penerbitan Sertifikat:”; nomor yang dimasukkan dalam buku penerbitan Sertifikat; catatan untuk orang yang diberikan Sertifikat;
- Isi dan bentuk informasi spesifik pada sertifikat hak guna usaha dan hak milik atas aset yang melekat pada tanah dilaksanakan sesuai dengan Formulir Nomor 04/DK-GCN Lampiran Nomor 01 yang diterbitkan dengan Surat Edaran 10/2024/TT-BTNMT.
Catatan: Informasi artikel hanya untuk referensi!
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/truong-hop-buoc-phai-doi-sang-mau-so-do-moi-tu-ngay-112025-287585.html
Komentar (0)