
Patut dicatat bahwa banyak kamus mengelompokkan kata "nuốt trọg" dengan arti yang sama dengan "nuốt chút" atau "nuốt trửng". Misalnya, kamus Hoang Phe-Vietlex menjelaskan "nuốt trọg" sebagai "nuốt chút" dan memberikan contoh "anak laki-laki itu menelan seluruh potongan kue". Kamus Khai Tri juga mencatat "nuốt trọg" dan menjelaskannya sebagai "Arti yang sama dengan 'nuốt trửng'".
Banyak kamus kuno hanya mencatat "nuốt trộng" (menelan utuh) dan bukan "nuốt trửng" (menelan utuh), seperti: Đại Nam quấc âm (1885, 1896); Kamus Annam-Latin (GM. Taberd - 1883); Kamus Francais-Anamite (Trương Vĩnh Ký - 1884). Dalam Đại Nam quấc âm, "trống" diartikan sebagai: "Besar, cukup besar dan utuh; trọng trọng = Sedang besar, bukan kecil; trọng trơn = Besar dan utuh. Sebutir beras utuh; trọng hột = Butir besar; trọng đứa = Itu besar, bukan kecil; Ăn cơm trọng = Makan nasi utuh; makan sendiri tanpa mengunyah. (Anak kecil); Nuốt trọng = Menelan sesuatu yang besar tanpa mengunyah terlebih dahulu."
Kata "ngút trọng/trộng" telah berubah menjadi "nuốt trẩng", "nuốt trửng", dan kemudian "nuốt chút" (yang masih dipertahankan dalam dialek Thanh Hoa ). Hubungan Ô ↔ U masih ditemukan dalam dialek Thanh Hoa, seperti đì đồng ↔ đì đùng; đến cồng ↔ đến cùng. Sedangkan untuk hubungan ỤNG ↔ ỦNG, kita mempunyai: chựng lại ↔ chững/chửng lại; sựng người ↔ sựng người; vụng nước ↔ vũng/vổng nước,...
Adapun hubungan TR ↔ CH, contohnya sudah kita kutip berkali-kali, seperti: teh ↔ chè; trương ↔ chương; tri ↔ chày; trực ↔ chực,...
Jadi, dengan mempertimbangkan etimologinya, dari mana asal kata "trộng" → "trửng" → "chưng"? Kami percaya bahwa "trộng" berasal dari kata "trọng" 重, yang berarti "besar." "Nuốt trọg" berarti menelan potongan besar secara utuh tanpa mengunyah. "Trộng hột / trọng hạt" = biji-bijian besar. Dalam bahasa lisan, kita masih menjumpai ungkapan "chọn lấy cái trọg," yang berarti memilih potongan/gumpalan/butir/biji-bijian terbesar. Kata "trộng" dalam "ăn cơm trọg" (makan nasi dengan butiran besar) bersinonim dengan "lống" dalam "ăn cơm lống" (makan nasi dengan butiran besar) (dialek Thanh Hóa), yang merujuk pada anak-anak atau anak kucing yang dapat makan nasi dengan butiran utuh tanpa mengunyah. Misalnya, bertanya: "Apakah anak kucing itu sudah besar?", "Apakah anak itu sudah besar?"; jawabannya: "Mereka tahu cara makan nasi dengan butiran besar."
"Nuốt lống," dalam dialek Ha Tinh , berarti "menelan utuh." Kata "lông lống/lống lống" (dalam dialek Thanh Hoa) bersinonim dengan "trồng trọng/trộng trọng," yang berarti cukup besar; sudah cukup besar. Misalnya: Pilih ayam dengan bulu yang sedikit mengembang; Sayang sekali, kawanan ayam yang sangat saya rawat baru saja mulai menumbuhkan sedikit bulu mengembang sebelum dicuri ("hấn" berarti "dia," merujuk pada pencuri).
Hubungan TR ↔ L (trộng/trọng ↔ lống) juga dapat dilihat pada banyak kasus lain seperti: trong ↔ lòng (kuning telur/kuning telur); trong ↔ lòng (tròng ke leher/lòng/lòng ke leher); trũng ↔ lùng (trũng turun/lũng turun); trõm ↔ ngục (trõ turun/ngọm turun); trọc ↔ còn (trõ turun/ngọm turun); trọc ↔ còn (trọc ke atas/cembung ke atas),...
Dalam Đại Nam Quốc Âm (Bahasa Nasional Besar Vietnam), entri untuk "trộng" ditulis dengan karakter 重 (trọng), dan anotasi Huình Tịnh Paulus Của adalah "Nôm". Namun seperti disebutkan di atas, karakter "trộng" berasal dari "trọng". Oleh karena itu, dari segi asal usul, aksara 'trộng' 重 di sini sebenarnya adalah aksara Tionghoa yang diucapkan menurut pengucapan bahasa Vietnam, bukan aksara Nôm yang dibuat sendiri. Hubungan ONG ↔ ÔNG (trọng ↔ trôngg) dapat dilihat pada banyak kasus lain seperti thả rong ↔ thả rông; panjang nhong ↔ lông nhông; rọng dải ↔ rộng rộng; cộng trừ ↔ cộng trừ,...
Dengan demikian, ungkapan seperti "menelan," "menelan," "menelan secara samar-samar," "menelan dengan encer," atau "makan nasi campur," "makan nasi encer," meskipun secara fonetik tampak berbeda, sebenarnya secara etimologis terkait dengan kata "trọng" 重, yang berarti "besar." Dari akar kata yang sama, melalui perubahan fonetik dan diferensiasi dialek, banyak variasi berbeda telah muncul, seperti trọng → trôngg → trửng → chứng, atau trọng/trọng → lống. Kasus-kasus ini menunjukkan hubungan yang mendalam antara dialek dan bahasa Vietnam standar, dan juga cukup jelas mencerminkan aturan perubahan fonetik dalam sejarah bahasa Vietnam.
Hoang Trinh Son (Kontributor)
Sumber: https://baothanhhoa.vn/tu-trung-chung-nbsp-den-trong-long-287077.htm







Komentar (0)