Pada tanggal 20 Juli, informasi dari Inspektorat Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh mengatakan bahwa dari tanggal 12-14 Juli, banyak klinik gigi dan individu didenda karena pelanggaran dalam kegiatan pemeriksaan dan perawatan medis.
Secara khusus, DJ International Dental Company Limited (di Jalan 132 3/2, Bangsal 12, Distrik 10, Kota Ho Chi Minh) didenda 90 juta VND dan ditangguhkan selama 18 bulan karena menyediakan layanan pemeriksaan dan perawatan medis tanpa izin pemeriksaan dan perawatan medis.
Selain itu, Bapak Bui Van Duan, Direktur DJ International Dental Company Limited, didenda 43 juta karena memeriksa dan merawat pasien tanpa surat izin praktik. Selain denda, beliau juga diwajibkan mengembalikan keuntungan ilegal sebesar 8 juta VND yang diperoleh dari pelanggaran tersebut.
Dua karyawan klinik ini, Tn. Vu Huu Thanh dan Tn. Tran Huu Nhan, juga didenda masing-masing VND35,2 juta dan VND36,5 juta karena memeriksa dan merawat pasien tanpa diberikan surat keterangan praktik.
Inspektorat Departemen Kesehatan juga mendenda HELIA Dental and Aesthetics Company Limited (Klinik Gigi Spesialis) di No. 3, Tran Thien Chanh, Bangsal 12, Distrik 10, Kota Ho Chi Minh, sebesar 4 juta VND karena mencantumkan nama departemen dan ruangan di fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis yang tidak sesuai dengan izin pemeriksaan dan perawatan medis yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang.
Selain itu, Ibu Hoang Thi Hai Ha (perawat) juga didenda 35 juta VND karena memeriksa dan merawat pasien di luar lingkup kegiatan profesional yang tercantum dalam sertifikat praktik pemeriksaan dan perawatan medisnya, kecuali dalam keadaan darurat dan melakukan teknik profesional tambahan yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan. Hak penggunaan sertifikat praktik pemeriksaan dan perawatan medis dicabut untuk jangka waktu 23 bulan.
Inspektorat Dinas Kesehatan juga menjatuhkan denda sebesar VND40 juta kepada Bapak Nguyen Chien, pemilik salon kecantikan di 2/2A Tang Bat Ho, Distrik 11, Distrik Binh Thanh, Kota Ho Chi Minh, karena menyediakan layanan pemeriksaan dan perawatan medis tanpa izin pemeriksaan dan perawatan medis. Fasilitas tersebut juga dilarang beroperasi selama 12 bulan.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)