Diabetes ditandai dengan kadar gula darah yang sangat tinggi. Jika tidak dikendalikan, kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak saraf dan banyak organ vital dalam tubuh.
Seseorang menderita diabetes ketika pankreasnya tidak memproduksi cukup insulin atau tubuhnya tidak menggunakan insulin yang dimilikinya secara efektif. Menurut situs web kesehatan Inggris , Medical News Today , ada tiga jenis utama diabetes, baik akut maupun kronis.
Mata adalah salah satu organ yang paling sensitif dan rentan ketika terkena diabetes.
Diabetes tipe 1 dan tipe 2 bersifat kronis, sedangkan diabetes gestasional bersifat akut. Bagian tubuh yang paling rentan terhadap dampak negatif diabetes meliputi:
Jantung dan pembuluh darah
Kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap kerusakan, yang menyebabkan penumpukan plak dan peningkatan risiko penyumbatan aliran darah. Akibatnya, pasien diabetes lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke dalam jangka panjang.
saraf
Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf, terutama di kaki. Hal ini mengakibatkan mati rasa, nyeri, dan sensasi kesemutan. Kerusakan saraf ini mengurangi kemampuan pasien untuk merasakan nyeri, yang berpotensi menyebabkan cedera pada kaki. Cedera ini, jika tidak dirawat dengan benar, dapat dengan mudah terinfeksi atau bahkan memerlukan amputasi.
Ginjal
Diabetes merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal. Hal ini karena kadar gula darah tinggi mengganggu kemampuan ginjal untuk menyaring darah, sehingga mengakibatkan gagal ginjal. Banyak penderita diabetes membutuhkan dialisis atau bahkan transplantasi ginjal.
Mata
Salah satu komplikasi paling serius pada pasien diabetes adalah retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus merusak pembuluh darah di retina, yaitu lapisan saraf yang menerima cahaya yang masuk ke mata. Selain itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma dan katarak.
Masalah kulit
Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi kulit bakteri dan jamur, dan kulit mereka juga cenderung lebih kering, dengan luka yang sembuh lebih lambat. Hal ini karena kadar gula darah tinggi mengurangi kekebalan tubuh, sehingga tidak mampu melawan bakteri, virus, jamur, dan patogen lainnya, menurut Medical News Today .
Sumber: https://thanhnien.vn/5-bo-phan-de-bi-anh-huong-nhieu-nhat-khi-mac-tieu-duong-185241110213620658.htm








Komentar (0)