Menurut Parade, percakapan keluarga sehari-hari mungkin tampak normal, tetapi banyak frasa yang familiar dapat membahayakan perkembangan psikologis dan kesejahteraan anak secara keseluruhan.
Saat berbicara dengan anak, orang tua harus menghindari mengatakan hal-hal yang menciptakan "tekanan" - Ilustrasi: Freepik
Ada banyak cara orang tua dan kakek-nenek dapat memengaruhi perkembangan anak atau cucu mereka, kata psikolog klinis Dr. Sarah Bren. "Orang tua terus-menerus membentuk lintasan perkembangan anak mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelas Bren.
Apa yang seharusnya orang dewasa berhenti katakan kepada anak-anak?
"Sempurna"
Psikolog anak Dr Caroline Danda mengatakan orang sering memuji "kesempurnaan" ketika segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.
Namun, mengatakan hal ini kepada anak Anda sering kali dapat membuat mereka berpikir bahwa kesempurnaan adalah sesuatu yang dapat dicapai dan diharapkan, dan bahwa mereka perlu mencapai tonggak tersebut.
Jadi katakan, "Bagus, terima kasih" atau "Kerja bagus" untuk menyemangati anak Anda tanpa menciptakan tekanan untuk mencapai kesempurnaan.
"Bukan masalah besar"
Mengatakan hal ini, atau sesuatu yang serupa seperti "Kamu akan melupakannya," bukanlah cara yang baik ketika anak Anda, terutama remaja, sedang emosional, karena bagi mereka itu adalah masalah yang sangat besar.
"Inilah yang harus Anda lakukan"
Frasa ini termasuk dalam kategori yang disebut Dr. Danda sebagai "keputusan sepihak", yang secara tidak sengaja dapat merusak kepercayaan diri atau kemandirian anak. Sebaliknya, beliau menyarankan orang tua untuk mengatakan, "Saya punya beberapa ide, kalau kalian mau dengar."
"Apa kabar hari ini?"
Biasanya, Dr. Danda mengatakan jawaban yang Anda dapatkan dari pertanyaan ini adalah "Normal," dan anak Anda akan kesal jika Anda bertanya lebih lanjut.
Sebaliknya, Dr. Danda menyarankan frasa seperti, "Senang sekali bertemu denganmu," atau "Semoga kamu berhasil dalam ujianmu. Aku tahu kamu belajar keras untuk mempersiapkannya."
"Apa rencanamu untuk kuliah?"
"Ini pertanyaan umum, terutama di kalangan orang tua yang mengharapkan anak-anak mereka berprestasi tinggi," kata Dr. Danda. Alih-alih, beliau menyarankan pertanyaan yang lebih baik: "Apa rencana Anda setelah lulus?"
Namun, orang tua dan kakek-nenek tidak harus sempurna. "Jika Anda mengatakan sesuatu yang sebenarnya Anda harap tidak pernah Anda katakan, Anda akan memiliki kesempatan untuk melakukannya lagi karena mengasuh anak adalah sebuah perjalanan, bukan kesempurnaan sesaat," Dr. Bren sering mengingatkan kita.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/5-cum-tu-nha-tam-ly-tre-em-mong-cha-me-va-ong-ba-ngung-noi-20250209111423616.htm
Komentar (0)