Diskusi umum tentang pengurangan kemiskinan, pengembangan pertanian dan ketahanan pangan. |
Pada tanggal 17 Oktober, Komite Urusan Ekonomi dan Keuangan pada Sidang ke-77 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan diskusi umum tentang pengentasan kemiskinan, pengembangan pertanian, dan ketahanan pangan.
Pada sesi diskusi, negara-negara peserta menyampaikan kekhawatirannya tentang situasi kelaparan, kemiskinan, dan kesenjangan yang terus berlanjut, sementara ketahanan pangan terancam oleh tantangan global yang besar.
Negara-negara menyerukan untuk menemukan solusi guna mempercepat penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam pengentasan kemiskinan, menyerukan kepada mitra pembangunan dan badan-badan PBB untuk meningkatkan dukungan finansial, membangun kapasitas dan berbagi pengalaman dalam pengembangan pertanian, menciptakan lapangan kerja dan memastikan jaminan sosial bagi rakyat.
Berbicara atas nama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Duta Besar Dang Hoang Giang, Kepala Misi Tetap Vietnam untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menegaskan bahwa pertanian merupakan sektor ekonomi utama di Asia Tenggara, yang membantu menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 32% populasi dan memberikan kontribusi sebesar 22,6% terhadap PDB, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya bersama untuk memberantas kelaparan, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
ASEAN menegaskan bahwa produksi pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan memainkan peran penting dalam upaya regional dan global untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi, mendorong pertumbuhan hijau, dan memastikan ketahanan pangan. Fokus ASEAN di bidang ini meliputi penguatan produksi pertanian, peningkatan efisiensi sistem pangan berdasarkan Rencana Aksi ASEAN tentang Pangan Berkelanjutan, dan peningkatan kerja sama dengan mitra internasional dan regional dalam pelaksanaan Rencana Strategis ASEAN tentang Kerja Sama Pertanian dan Kehutanan 2016-2025.
Duta Besar Dang Hoang Giang berbicara pada pertemuan tersebut. |
Mengenai pengurangan kemiskinan, ASEAN berkomitmen untuk mempercepat upaya-upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memberantas kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan.
Kerja sama regional ditingkatkan melalui implementasi Kerangka Aksi ASEAN untuk Pembangunan Pedesaan dan Penanggulangan Kemiskinan 2021-2025, penguatan kemitraan dalam berbagai kerangka dialog ASEAN, dan promosi inisiatif Jaringan Pedesaan ASEAN. ASEAN terus menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan partisipasi kelompok rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, dalam agenda pembangunan pedesaan dan penanggulangan kemiskinan.
ASEAN siap bekerja sama dengan semua negara dalam mempromosikan pangan berkelanjutan, memastikan kecukupan pangan dan gizi bagi semua, memberantas kemiskinan, dan mengembangkan daerah pedesaan agar tidak ada seorang pun yang tertinggal.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)