Gambar pada parade perayaan ulang tahun ke-50 Pembebasan Selatan dan Penyatuan Kembali Nasional (Foto: AFP).
Kantor berita AS NPR melaporkan bahwa sejumlah besar penduduk lokal serta orang-orang dari provinsi dan kota lain di Vietnam berbondong-bondong ke pusat Kota Ho Chi Minh untuk menyaksikan parade dan pawai untuk merayakan ulang tahun ke-50 Pembebasan Selatan dan Hari Penyatuan Kembali Nasional.
Menurut surat kabar Inggris Guardian, pada perayaan itu, selain penampilan blok parade, ada juga pertunjukan udara jet tempur dan helikopter militer .
Surat kabar Prancis AFP menulis bahwa Vietnam mengadakan perayaan terbesar yang pernah ada untuk memperingati 50 tahun pembebasan Saigon.
Rekaman televisi pemerintah menunjukkan jet tempur dan helikopter membawa bendera berkibar di atas kepala, bersama dengan iring-iringan mobil yang membawa potret Presiden Ho Chi Minh dalam parade di kota yang dinamai sesuai nama pemimpin nasional tersebut.
Ribuan orang, dari anak-anak hingga orang dewasa, begadang sepanjang malam di jalan, berbagi makanan dan menunggu parade pada pagi hari tanggal 30 April.
Menurut AFP, sekitar 13.000 orang, termasuk veteran, tentara, dan warga sipil, berbaris di Jalan Le Duan (Distrik 1, Kota Ho Chi Minh), jalan utama menuju Istana Kemerdekaan. Untuk pertama kalinya, lebih dari 300 tentara dari Tiongkok, Laos, dan Kamboja berpartisipasi dalam acara tersebut.
AFP mengomentari bahwa mayoritas penduduk Vietnam saat ini lahir setelah perang, tetapi banyak anak muda tampak sangat bersemangat untuk kegiatan peringatan dan bangga dengan generasi ayah mereka.
"Saya akan menceritakan acara ini kepada anak-anak saya kelak. Saya sangat bangga, dan keluarga saya pun sangat bangga," ujar seorang mahasiswa di Kota Ho Chi Minh yang turut serta dalam parade tersebut, seperti dikutip AFP.
AP juga melaporkan: "Vietnam merayakan pembebasan Korea Selatan dan reunifikasi nasional dengan parade dan pawai militer yang menyampaikan pesan berfokus pada rekonsiliasi dan masa depan yang damai ."
Pham Ngoc Son, seorang veteran berusia 69 tahun yang pernah menjadi pengemudi truk tentara yang mengangkut pasukan dan perbekalan dari Utara ke Selatan melalui Jalur Ho Chi Minh, mengenang masa perjuangan sulit beberapa dekade lalu.
Ia mengatakan ia menghargai kenangan-kenangan itu dan tak bisa mengungkapkan kegembiraannya atas reunifikasi negara tersebut. Namun baginya, kini "hanya ada ruang untuk perdamaian dan persahabatan" antara Vietnam dan Amerika Serikat. "Perang sudah lama berakhir," ujarnya.
Nguyen Thi Hue, warga Kota Ho Chi Minh, setuju. "Perang telah berakhir dan kita telah bergandengan tangan untuk membangun. Sekaranglah waktunya untuk perdamaian. Perdamaian adalah impian semua orang di dunia ," ujarnya.
Menurut AFP, NPR
Dantri.com.vn
Sumber: https://dantri.com.vn/the-gioi/bao-chi-quoc-te-viet-ve-le-dieu-binh-ngay-304-cua-viet-nam-20250430125719591.htm
Komentar (0)